2 Kali Ditipu, Lucky Hakim Tak Mau Lagi Berdamai

Supriyanto Rabu, 27 Maret 2019 09:15:49
Lucky Hakim tak ingin lagi menempuh jalan damai. (Seno/tabloidbintang.com)

TABLOIDBINTANG.COM - Lucky Hakim geram kepada Dini Noviyanti, mantan karyawannya yang diduga membawa kabur uang perusahaan senilai Rp 8,8 miliar. Padahal, Lucky sudah memberi keringanan 50 persen agar Dini mau mengembalikan uangnya.

Namun, untuk kedua kalinya Lucky Hakim merasa tertipu. Pasalnya Dini memberikan cek senilai Rp 1,7 miliar, yang ternyata kosong. 

Didampingi tim kuasa hukum, Lucky Hakim tidak mau lagi memberi maaf kepada Dini. Mantan suami Tiara Dewi itu pun memohon kepada polisi untuk melanjutkan laporan yang dibuatnya awal Januari 2019 lalu.

"Hari ini kami datang bukan untuk membuat laporan, namun mengantar surat kepada pihak Reskrim bahwa kami meminta kasus kemarin dilanjutkan kembali, Dini sendiri tidak melakukan itikad baiknya yang mana diduga telah melakukan perbuatan curang atau penipuan," ujar Jamaluddin Fakaubun, kuasa hukum Lucky Hakim di Mapolda Metro Jaya, Selasa (26/3).

Lucky Hakim tak ingin lagi menempuh jalan damai. (Seno/tabloidbintang.com)
Lucky Hakim tak ingin lagi menempuh jalan damai. (Seno/tabloidbintang.com)

Kesal merasa ditipu, Lucky Hakim pun berniat meminta pertanggung jawaban Dini melalui proses hukum.

"Tiba-tiba setelah kita tunggu di tanggal 25 Maret tanggal jatuh tempo, saya dikasih tahu bahwa dananya enggak cukup, enggak ada uangnya. Nah ini kalau namanya orang sudah berjanji membayar pakai cek, tapi tiba-tiba cek-nya kosong maka masuk ke pasal  penipuan," ungkap Lucky Hakim geram.

Dini terancam 4 tahun penjara karena penggelapan dana dan 5 tahun penjara karena penipuan.

(pri/ari)

Penulis Supriyanto
Editor Ari Kurniawan
Install App Bion
Akses berita dan gosip lebih mudah
Download Aplikasi Android
Google playstore
loading...
YANG INI LEBIH HEBOH
KOMENTAR
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi tabloidbintang.com. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.