Demo Sopir Angkot Tanah Abang, Ini Tuntutannya pada Gubernur Anies Baswedan

TEMPO | 22 Januari 2018 | 15:10 WIB

TABLOIDBINTANG.COM - Sopir angkot menggelar unjuk rasa di Balai Kota terkait dengan penataan kawasan Tanah Abang yang dilakukan Gubernur Anies Baswedan. Mereka menilai kebijakan Anies itu telah mempersulit dalam mencari nafkah.

"Hak kami telah direbut Gubernur Anies," ucap Darmono, perwakilan sopir angkot M 10 rute Jembatan Lima-Tanah Abang, di depan Balai Kota, Senin, 22 Januari 2018. Dia mengatakan beroperasinya bus Transjakarta di Jalan Jatibaru Raya telah mengurangi pendapatannya. Sebelum ada penataan di Jalan Jatibaru, ujar Darmono, sehari bisa mendapatkan Rp 200 ribu. “Sekarang Rp 75 ribu,” katanya.

Koordinator pengunjuk rasa, Andreas, menuturkan pihaknya menuntut Gubernur Anies Baswedan menarik kebijakannya dan membuka kembali Jalan Jatibaru Raya. "Kebijakan itu juga melanggar peraturan,” katanya. “Banyak pihak merasa dirugikan.” Mereka juga menuntut agar Tanah Abang Explorer—bus Transjakarta yang dioperasikan di Jalan Jatibaru—ditarik dari kawasan Tanah Abang.

Gubernur Anies Baswedan mulai memberlakukan kebijakan menata kawasan Tanah Abang sejak 22 Desember 2017. Salah satu langkah penataan itu menutup Jalan Jatibaru pada pukul 08.00-18.00. Satu lajur jalan itu kemudian digunakan pedagang kaki lima dan satu lagi untuk lintasan bus Transjakarta.

TEMPO.CO

Penulis : TEMPO
Editor: TEMPO
Berita Terkait