Menyikapi Era Kemajuan Artificial Intelligence di Dunia Kerja

Rizki Adis Abeba | 13 Mei 2017 | 04:00 WIB

TABLOIDBINTANG.COM - Pernahkah Anda mendengar istilah kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI)? Jika Anda pengguna setia mesin pencari Google, aplikasi Siri, Google Translate, atau OK Google, tanpa disadari Artificial Intelligence sudah menjadi bagian dari hidup Anda.

Artificial Intelligence adalah komputer, mesin, atau robot yang dibekali kemampuan berpikir selayaknya manusia.

Biasanya Artificial Intelligence berbentuk mesin atau peranti lunak, yang diciptakan untuk menggantikan peranan manusia untuk memudahkan sebuah pekerjaan atau pemecahan masalah secara lebih efisien.

Dalam kuliah terbuka di Universitas Columbia, AS, awal tahun ini, pendiri perusahaan komputer Microsoft, Bill Gates, meyakini perkembangan Artificial Intelligence akan sangat pesat dan menjanjikan.  

Tentu saja, perkembangan Artificial Intelligence juga penemuan mesin dan robot cerdas akan membawa perubahan bagi kehidupan manusia, khususnya di sektor pekerjaan.

Muncul anggapan, jika Artificial Intelligence tidak dikontrol dengan baik, akan merugikan manusia karena semakin banyak lapangan pekerjaan yang diambil alih Artificial Intelligence sehingga menghasilkan penganggur. Benarkah demikian?

Benjamin Pring, Wakil Presiden Cognizant Technology Solutions, penyedia layanan bisnis, teknologi, dan konsultasi global terkemuka di Teaneck, New Jersey, AS, mengutarakan dua alasan mengapa Anda tidak perlu mencemaskan kemajuan Artificial Intelligence di dunia kerja apalagi takut kehilangan pekerjaan.

Pertama, kebanyakan pekerjaan sifatnya adalah kumpulan berbagai tugas. Hanya ada beberapa pekerjaan yang bersifat otomatis, dan pekerjaan yang berlaku rutin serta membosankan itulah yang biasanya diambil alih Artificial Intelligence. Sementara pekerjaan yang bersifat dinamis dan membutuhkan imajinasi serta kreativitas tinggi sulit digarap Artificial Intelligence.

Kedua, menurut Pring, sudah biasa kemunculan teknologi baru disertai kekhawatiran. Namun pada akhirnya teknologi itu justru akan menumbuhkan berbagai pekerjaan baru yang tidak terbayangkan sebelumnya.

Pastinya akan ada pertumbuhan besar lapangan kerja yang berhubungan dengan teknologi AI, seperti data ilmiah, robotik, dan teknisi peranti lunak,” urai pria yang juga menulis buku cara menghadapi mesin canggih di dunia kerja, What to Do When Machines Do Everything: How to Get Ahead in a World of AI, Algorithms, Bots, and Big Data.

Namun demikian, Pring memperingatkan agar Anda bersiap diri dan membekali diri dengan kemampuan untuk beradaptasi dengan Artificial Intelligence jika tidak ingin tergerus zaman. 

 

(riz/gur)

 

Penulis : Rizki Adis Abeba
Editor: Rizki Adis Abeba
Berita Terkait