Konsumsi Madu Setiap Hari Mengurangi Kecemasan dan Meningkatkan Daya Ingat Akibat Penuaan

Redaksi | 5 Oktober 2021 | 07:00 WIB

TABLOIDBINTANG.COM - Selain menjadi pilihan pemanis yang aman dan lezat, madu juga memiliki berbagai manfaat bagi kesehatan tubuh manusia. Beragam khasiat madu juga sudah menjadi rahasia umum. Madu bermanfaat bagi kesehatan dan kecantikan. Hal ini sudah dibuktikan dengan banyaknya produk kecantikan dan obat-obatan yang memakai madu sebagai bahan dasarnya. Bahkan madu juga dijadikan sebagai bahan campuran di beberapa makanan dan minuman.

Madu berawal dari nektar yang dihasilkan oleh lebah. Madu alami jauh lebih berkhasiat ketimbang di kemasan yang telah tercampur oleh bahan-bahan lainnya. Di sisi lain, madu asli juga bersifat lebih kental daripada yang kemasan. Memiliki rasa manis yang khas karena mengandung unsur monosakarida fruktosa dan glukosa yang lebih baik ketimbang gula. Madu mengandung kalori gula yang dapat menyerap lemak dengan baik, terutama apabila dikonsumsi bersamaan dengan air hangat.

Madu memiliki campuran senyawa fruktosa (38.5 persen) dan glukosa (31 persen). Selain itu, hasil produsen lebah ini juga memiliki kandungan karbohidrat seperti sukrosa, maltrosa, dan karbohidrat kompleks lainnya. Madu juga mengandung anti-oksidan dari senyawa chrysin, pinobaksin, vitamin C, katalase, dan pinocembrin. Semua kandungan tersebut tentunya sangat bermanfaat bagi kesehatan tubuh.

Seperti pernah ditulis oleh Genius Beauty, madu diketahui dapat meningkatkan daya ingat, memperkuat pikiran dan mengurangi kecemasan pada manusia. Para peneliti dari University of Waikato di Hamilton melakukan uji coba melalui sebuah penelitian pada sekelompok tikus. Mereka memberikan asupan sumber glukosa yang berbeda kepada setiap tikus dan mengamati daya ingat serta kondisi kecemasan yang terjadi.

Terbukti, madu memiliki manfaat paling baik dibandingkan sumber glukosa lainnya. Para peneliti percaya bahwa penggunaan madu sehari-hari diketahui dapat mengurangi kecemasan dan meningkatkan daya ingat seiring terjadinya penuaan.

(tika/gur)

Penulis : Redaksi
Editor: Redaksi
Berita Terkait