Soal Tarif Vanesaa Angel Rp 80 Juta, Kimberly Ryder Anggap Terlalu Murah

Supriyanto Rabu, 9 Januari 2019 08:30:14
Kimberly Ryder menyebut harga diri wanita jauh lebih mahal dari Rp 80 juta. (Seno/tabloidbintang.com)

TABLOIDBINTANG.COM - Kimberly Ryder sudah mendengar kabar Vanessa Angel diciduk polisi atas dugaan prostitusi online dengan tarif Rp 80 juta sekali kencan. Menurut Kimberly harga tersebut terlalu murah.

Pemain film Koki Koki Cilik 2 itu mengatakan, tarif Rp 80 juta untuk kencan sampai berhubungan di atas ranjang terlalu rendah. Pasalnya, harga diri wanita harusnya dijunjung tinggi.

"Menurut aku kurang (tidak sesuai) ya. Maksudnya lo jual harga diri lo segitu doang kurang sih. Orang-orang yang mau beli itu ya udah kebanyakan duit aja," kata Kimberly Ryder di MNC Tower, Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Selasa (7/1).

Kimberly Ryder menyebut harga diri wanita jauh lebih mahal dari Rp 80 juta. (Seno/tabloidbintang.com)
Kimberly Ryder menyebut harga diri wanita jauh lebih mahal dari Rp 80 juta. (Seno/tabloidbintang.com)

Kimberly Ryder juga tidak menampik kabar negatif soal Vanessa Angel berdampak pada pekerjaanya sebagai artis. Tapi, istri Edward Akbar itu tidak ingin terbawa dan yakin pekerjaanya ada di jalan yang benar.

Kimberly Ryder menambahkan, selama terjun di dunia hiburan ia tidak pernah mendengar bisnis haram tersebut di sekelilingnya.

“Ya sudah sebagai selebriti orang-orang kenal sama kita, kita lakuin hal yang positif-positif aja lah. Kalau lihat yang negatif punya pendirian saja jangan diikuti," pungkas Kimberly Ryder.

Kimberly Ryder menyebut harga diri wanita jauh lebih mahal dari Rp 80 juta. (Seno/tabloidbintang.com)
Kimberly Ryder menyebut harga diri wanita jauh lebih mahal dari Rp 80 juta. (Seno/tabloidbintang.com)

(pri/ari)

Penulis Supriyanto
Editor Ari Kurniawan
Install App Bion
Akses berita dan gosip lebih mudah
Download Aplikasi Android
Google playstore
YANG INI LEBIH HEBOH
KOMENTAR
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi tabloidbintang.com. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.