Bambang Harymurti: Industri Kreatif Belum Menunjang Kemudahan Mendapatkan Hak Cipta

Abdul Rahman Syaukani | 19 Desember 2016 | 10:50 WIB

TABLOIDBINTANG.COM - Industri kreatif menyumbang sebesar 642 triliun rupiah atau sekitar 7 persen dari total produk domestik bruto (PDB) Indonesia. 

Meski industri kreatif sangat potensial, masih ada beberapa hal yang harus dibenahi pemerintah untuk meningkatkan sektor ini. Salah satunya memberi perhatian kepada masalah hak cipta.

Menurut Bambang Harymurti,mantan Direktur Utama PT Tempo Inti Media Tbk, masalah hak cipta masih rumit dan berbelit pengurusannya di tanah air. 

"Industri kreatif belum menunjang kemudahan untuk mendapatkan hak paten. Kalau di negara maju cukup email saja. Yang kaya di sini malah lawyer-nya, bukan inovatornya," kata Bambang Harymurti di acara seminar nasional bertajuk "Peluang dan Industri Kreatif di STIE Indonesia, Rawamangun, Jakarta Timur, Sabtu (17/12).

Abdur Rohim Boy Berawi selaku Deputri Riset, Edukasi dan Pengembangan Bekraf di tempat yang sama mengatakan, hal yang juga penting untuk dibenahi pemerintah di industri kreatif terkait skema pembiayaan. Untuk mendapatkan biaya dari perbankan, kata Abdur Rohim Boy Berawi, dunia industri kreatif masih sulit.

"Perlu bisnis model yang tepat, pembiayaan itu kan follow the money. Yang ini kan belum jelas ini busines modelnya," katanya.

"Memperbaiki ekosistem di ekonomi kreatif. Pendanaan, berbasis pada intengible asset yang belum diterima oleh lembaga perbangkan. Harus ada skema pembiayaan," sambungnya.

(man/ari)

Penulis : Abdul Rahman Syaukani
Editor: Abdul Rahman Syaukani
Berita Terkait