Pernah Menuntut ke Meja Hijau, Rihanna Terlihat Bersenang-senang dengan Ayahnya

Hari Murtono Rabu, 7 Agustus 2019 21:15:02
Rihanna (Deposit Photos)

TABLOIDBINTANG.COM - Ketegangan antara Rihanna dan ayahnya, Ronald Fenty yang berlangsung selama beberapa bulan sepertinya telah mencair. Ayah dan anak itu, Senin (5/8) lalu tampak menikmati kebersamaan mereka saat saat menghadiri festival tahunan, Crop Over Festival. Ronald terlihat memeluk putrinya dan memberinya ciuman manis di pipinya.

Seperti biasanya, Rihanna tampil gemerlap sesuai konsep festival. Alih-alih memilih pakaian karnaval tradisional, Rihanna yang berambut cokelat membuang bra berhiaskan berlian yang ia pakai pada pada 2017. Ia memilih memadukan thong dan topi mewah dengan gaun mini berwarna-warni cerah yang ditutupi bulu-bulu besar. Rihanna memasangkan pakaiannya yang berani dengan sepatu pink yang serasi dan perhiasan yang sangat cantik.

Rihanna (Deposit Photos)
Rihanna (Deposit Photos)

ET melaporkan pada Januari Rihanna menggugat ayahnya dan mitra bisnisnya, Moses Joktan Perkins, dengan tuduhan mengeksploitasi namanya. Dalam dokumen pengadilan yang diperoleh ET, penyanyi yang memiliki nama asli Robyn Rihanna Fenty,mengklaim Ronald dan Moses secara salah dan curang menggunakan nama Rihanna.

Perusahaan mereka, Fenty Entertainment, LLC, menyebut mereka berafiliasi dengan Rihanna dan memiliki wewenang untuk bertindak atas nama Rihanna. Penyanyi "Umbrella" inipun menuduh bahwa pasangan itu telah berusaha mendapatkan jutaan dollar dari pihak ketiga dengan imbalan janji palsu bahwa mereka berwenang atas nama Rihanna. ET telah menghubungi Fenty Entertainment, LLC untuk memberikan komentar namun tidak ada balasan.

(hari / ray)

Penulis Hari Murtono
Editor Panditio Rayendra
Install App Bion
Akses berita dan gosip lebih mudah
Download Aplikasi Android
Google playstore
YANG INI LEBIH HEBOH
KOMENTAR
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi tabloidbintang.com. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.