Berurai Air Mata, Jenita Janet Ungkap Alasannya Gugat Cerai Sang Suami

Dya Kamis, 12 Desember 2019 14:00:23
Pedangdut Jenita Janet menggugat cerai sang suami, Alief Hedy Nurmalid, pada 5 Desember 2019 di Pengadilan Agama Bekasi, Jawa Barat. (dya/tabloidbintang.com)

TABLOIDBINTANG.COM - dir="ltr">Pedangdut Jenita Janet menggugat cerai sang suami, Alief Hedy Nurmalid, pada 5 Desember 2019 di Pengadilan Agama Bekasi, Jawa Barat.

Gugatan cerai tersebut dilayangkan perempuan bernama asli Jeni Juliana ini setelah merasa tak bisa lagi mempertahankan rumah tangganya. Apalagi ia pernah mengaku bahwa dirinya dan Alief sudah berpisah sejak 2014 silam. Namun belum sah secara hukum.

Ditemui di kawasan Jakarta Selatan, beberapa waktu lalu, Jenita Janet pun akhirnya menceritakan alasan perceraiannya sambil berurai air mata.

"Untuk mengembalikan hati yang udah pernah kecewa itu tidak mudah," kata Jenita Janet mengawali.

"Allah juga yang membolak-balik perasaan seseorang. Itu sih intinya, nggak pernah nyalahin siapa pun, kalau memang ini yang terjadi ya udah," sambungnya lagi.

Ia juga percaya tak ada perempuan yang ingin mengakhiri hubungan rumah tangganya dengan suaminya. Namun, faktor-faktor yang terjadi selama ini sudah tak bisa tertahan lagi. Sehingga ia memutuskan untuk melayangkan gugatan cerai. 

"Aku yakin ini semua sudah kehendak Allah, aku ikhlas. Tidak semua yang kita inginkan, kita harapkan itu yang terbaik dari Allah itu aja sih. Mungkin Allah punya rencana lain buat aku," jelas Jenita Janet.

Diketahui sebelumnya, perempuan yang identik dengan wig nyentrik ini menikah dengan Alief Hedy Nurmaulid pada 6 November 2010 silam.

Namun, hingga saat ini keduanya belum memiliki momongan.

(dya)

Penulis Dya
Editor Binsar Hutapea
Install App Bion
Akses berita dan gosip lebih mudah
Download Aplikasi Android
Google playstore
YANG INI LEBIH HEBOH
KOMENTAR
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi tabloidbintang.com. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.