Ditangkap karena Narkoba, Reza Artamevia Menyesal dan Minta Maaf

Ari Kurniawan Minggu, 6 September 2020 13:00:23
Reza Artamevia kepada polisi mengaku baru empat bulan mengkonsumsi sabu. (Ari/tabloidbintang.com)

TABLOIDBINTANG.COM - Reza Artamevia kepada polisi mengaku baru empat bulan mengkonsumsi sabu. Ibunda Aaliyah Massaid itu mengaku menyesal dan meminta maaf.

Permintaan maaf disampaikan Reza Artamevia saat dihadirkan dalam jumpa pers yang digelar di Polda Metro Jaya, Minggu (6/9).

"Izinkan saya Reza Artamevia dalam kesempatan ini saya ingin menyampaikankan permohonan maaf yang sebesar-besarnya kepada orang tua saya, kepads keluarga saya, kepada semua pihak yang mendukung saya," ungkap Reza Artamevia, yang pada kesempatan itu mengenakan baju tahanan oranye dan masker hitam.

"Saya mohon maaf lahir batin atas apa yang saya perbuat dan semoga hal ini tidak menjadi contoh untuk siapa pun dan menjadi pelajaran buat saya," lanjutnya.

Reza Artamevia (Ari/tabloidbintang.com)
Reza Artamevia (Ari/tabloidbintang.com)

Pada kesempatan yang sama, Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Yusri Yunus, menyampaikan kronologi penangkaan Reza Artamevia, Jumat (4/9), sekitar pukul 17.00 WIB.

"Yang bersangkutan diamankam di salah satu restoran di kawasan Jatinegara, Jakarta Timur," jelas Yusri.

Dari situ polisi mengamankan barang bukti satu klip sabu. Petugas kemudian melakukan penggeledehan di kediaman Reza Artamevia, di bilangan Cirendeu, Tanggerang Selatan.

"Dari rumah tersangka ditemukan alat hisap atau bong dan korek api. Kemudian kami melakukan pendalaman asal muasal barang haram tersebut. Yang saat ini DPO, dalam pengejaran kita inisial F," papar Yusri lebih lanjut.

(ari)

Penulis Ari Kurniawan
Editor Binsar Hutapea
Install App Bion
Akses berita dan gosip lebih mudah
Download Aplikasi Android
Google playstore
loading...
YANG INI LEBIH HEBOH
KOMENTAR
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi tabloidbintang.com. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.