Jenderal Gatot Nurmantyo Memasuki Masa Pensiun tapi Tak Berarti Akan Menganggur

TEMPO | 2 April 2018 | 23:15 WIB

TABLOIDBINTANG.COM - Mantan Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo telah pensiun sebagai tentara, tapi tak berarti akan menganggur. Dia berencana mengabdi pada negara dan bangsa Indonesia. “Mengabdi pada nusa bangsa tak selalu berarti harus memanggul senjata, dan mulai hari ini saya memiliki hak dan kewajiban yang sama sebagai anak bangsa, anggota masyarakat sipil dan warga negara RI lainnya, termasuk untuk memiliki hak memilih, juga hak dipilih saat pemilu mendatang,” ujar Gatot Nurmantyo dalam keterangan tertulis yang diterima Tempo, Ahad, 1 April 2018.

Menurut Gatot Nurmantyo, pengabdian adalah perwujudan kecintaannya pada Indonesia yang sudah mendarah daging dalam dirinya. “Hal tersebut saya tunjukkan juga sebagai suri tauladan bagi tentara aktif untuk tidak berpolitik praktis sebelum memasuki purnatugas,” tutur dia.

Gatot Nurmantyo santer disebut akan maju dalam pemilihan presiden (Pilpres 2019). Dalam sejumlah survei, nama Gatot muncul dengan elektabilitas yang tidak kecil, baik sebagai calon presiden maupun calon wakil presiden di Pemilu 2019. Ia juga dikabarkan dekat dengan Ketua Umum Partai Gerakan Indonesia Raya Prabowo Subianto.

Terhitung tanggal 31 Maret 2018 kemarin, Gatot Nurmantyo memasuki masa pensiun. Memulai karir militernya selepas lulus Akademi Militer tahun 1982, mantan Panglima Tentara Nasional Indonesia ini mengabdi sebagai tentara selama 36 tahun.

Setelah resmi pensiun, Gatot Nurmantyo ingin terlebih dulu menghabiskan waktu bersama keluarganya. "Di masa purnatugas, sementara ini saya ingin fokus dulu mencurahkan waktu untuk keluarga," ujarnya. Dia merasa bersyukur bisa menyelesaikan tugasnya sebagai TNI, terlebih sebagai Panglima Militer hingga Desember 2016. Gatot dilantik Presiden Joko Widodo menjadi Panglima TNI pada tahun 2015 menggantikan Jenderal Moeldoko yang pensiun.

Gatot Nurmantyo juga berterima kasih pada masyarakat dan berbagai pihak, khususnya jajaran TNI Angkatan Darat yang selama ini telah memberikan dukungan. "Dukungan berupa apa pun, termasuk berupa kritik yang konstruktif," ujarnya. "Terima kasih kepada Presiden RI Bapak Joko Widodo sebagai pimpinan yang baik dan memberi kepercayaan kepada saya," tutur Gatot Nurmantyo.

TEMPO.CO

Penulis : TEMPO
Editor: TEMPO
Berita Terkait