Sinetron Aliando Digeser ke Jam Pocong, SCTV Tuai Protes

Indra Kurniawan Jumat, 4 Juni 2021 08:00:17
Comeback Aliando di layar kaca tampaknya mendapat respons dingin dari pemirsa sinetron SCTV. (Istimewa)

TABLOIDBINTANG.COM - Keajaiban Cinta rupanya belum mendatangkan keajaiban bagi SCTV. Tayang perdana 24 Mei 2021, sinetron yang dibintangi Aliando dan Sitha Marino kesulitan menembus rating 5 besar TV.

Comeback Aliando di layar kaca tampaknya mendapat respons dingin dari pemirsa sinetron SCTV. Di daftar rating tv yang rilis Kamis (3/6), Keajaiban Cinta episode Rabu (2/6), terlempar dari 10 besar, tepatnya di posisi 11.

Tren negatif yang ditunjukkan Keajaiban Cinta tampaknya membuat pihak SCTV mengambil langkah berani untuk menggeser jam tayangnya. Per Kamis (3/6), sinetron besutan sutradara Gita Asmara mengudara pukul 21.55 WIB atau disebut jam pocong.

Terpantau tabloidbintang.com dari akun resmi Instagram SCTV, pemindahan jam tayang Keajaiban Cinta menuai protes dari pemirsa. Mereka minta jam tayangnya dimajukan bukan malah dimundurkan makin malam.

"Sinetron baru itu jam tayangnya di awal dong. Gimana bisa banyak yang lihat kalau jam tayangnya makin malam. Yang nonton keburu merem," keluh pemilik akun @komu**** di kolom komentar.

"Harusnya sinetron baru ditaro jam 18.00 biar banyak yang nonton. Karena jam segitu jam-jamnya orang santai. Yang kerja/sekolah pasti bisa nonton. Kalau kemalaman waktunya yang kerja sama sekolah istirahat," kata pemilik akun @lau****.

Slot 21.55 WIB sebelumnya diisi Samudra Cinta. Hasilnya, walau kalah bersaing dengan Amanah Wali 4 dan Amanah Wali 5, sinetron yang dibintangi Rangga Azof dan Haico Van der Veken stabil di 10 besar rating.

(ind)


Penulis Indra Kurniawan
Editor Ari Kurniawan
Install App Bion
Akses berita dan gosip lebih mudah
Download Aplikasi Android
Google playstore
YANG INI LEBIH HEBOH
KOMENTAR
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi tabloidbintang.com. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.