Dalam Rekaman Audio, Ini Kata Terakhir Jamal Khashoggi

TEMPO | 12 November 2018 | 09:15 WIB

TABLOIDBINTANG.COM - Dalam rekaman audio diketahui kata terakhir yang diucapkan jurnalis Arab Saudi, Jamal Khashoggi, adalah dirinya tercekik oleh kantung plastik yang menutupi kepalanya.

"Saya tercekik. Ambil kantung plastik dari kepala saya. Saya penderita klaustrophobia (ketakutan berlebihan pada ruang tertutup atau ruang sempit)," kata Khashoggi seperti terdengar dalam rekaman audio yang disampaikan Kepala Investigasi harian Daily Sabah Nazif Karaman kepada Al Jazeera, 11 November 2018.

Menurut Karaman, Khashoggi tewas saat kantung plastik menutup kepalanya. Kejadian ini berlangsung sekitar 7 menit hingga merengut nyawa Khashoggi. Hal ini didasarkan pada durasi rekaman audio yang diperoleh Daily Sabah.

Tim pembunuh yang didatangkan dari Arab Saudi menutupi lantai dengan kantung plastik sebelum memutilasi tubuh Khashoggi. Proses mutilasi berlangsung sekitar 15 menit yang dilakukan oleh Kepala Dewan Ilmuwan Forensik Arab Saudi, Salah al-Tubaigy.

Presiden Recep Tayyib Erdogan pada hari Sabtu, 10 November, mengatakan rekaman audio mengenai pembunuhan Khashoggi telah dibagikan kepada Arab Saudi, Amerika Serikat, Jerman, Prancis, dan Inggris.

Sumber Al Jazera mengungkapkan, polisi Turki segera mengakhiri pencarian jasad Khashoggi, namun penyelidikan kriminal terhadap pembunuhan Khashoggi akan dilanjutkan.

Jejak cairan asam ditemukan di rumah konsuler jenderal Arab Saudi di Istanbul, Turki. Penyelidik Turki menyakini jasad Khashoggi dihancurkan di rumah konsuler ini dengan menggunakan cairan kimia.

Karaman mengatakan, Daily Sabah segera mempublikasikan foto-foto peralatan yang dibawa masuk ke Turki dan digunakan kelompok Saudi untuk membunuh Khashoggi. Harian tersebut juga akan mempublikasikan rekaman dokumen saat terakhir hidup Khashoggi.

Ankara juga akan meminta ekstradisi bagi para tersangka pembunuh Jamal Khashoggi. Arab Saudi mengatakan telah menangkap 18 orang dan memecat 5 pejabat senior sebagai rangkaian dari penyelidikan pembunuhan jurnalis dan kolumnis Washington Post.

TEMPO.CO

Penulis : TEMPO
Editor: TEMPO
Berita Terkait