Unjuk Kepedulian kepada Musisi Jalanan, KSP Moeldoko Diapresiasi Milenial

Redaksi | 6 Agustus 2022 | 05:00 WIB

TABLOIDBINTANG.COM - Setiap kali berkunjung ke suatu daerah, Kepala Kantor Staf Presiden (KSP) Moeldoko meluangkan untuk berdialog interaktif bersama komunitas dan diunggahnya melalui saluran akun YouTube DR. Moeldoko. Di antaranya dengan komunitas wayang, budayawan, hingga pendekar.

Di unggahan youtube terbarunya Moeldoko berkesampatan dialog interaktif dengan pelaku musisi jalanan di Bulungan, Jakarta Selatan. Aktivitas Moeldoko mendapat sorotan dari kalangan milenial. 

Nurkhasanah, Koordinator Nasional Aliansi Mahasiswa Milenial Indonesia (AMMI), mengapresiasi upaya kreatif Moeldoko. Nurkhasanah menerangkan bahwa melalui YouTube-nya, kelompok milenial banyak belajar mencintai warisan kebudayaan negeri.

“Melalui channel Pak Moeldoko, kalangan milenial semakin sadar bahwa ragam budaya di Indonesia ini begitu kaya dan unik. Para pelakunya pun berjalan atas kesadaran penuh untuk menjaga warisan budaya Nusantara,” terangnya. 

“Ada pendekar, dalang wayang, budayawan hingga yang terakhir musisi jalanan ada di youtubenya Pak Moeldoko. Sebab itu, bagi siapa yang ingin belajar dan mengenal pelaku kreatif budaya Indonesia tonton aja youtube Pak Moel,” ajaknya.

Nurkhasanah menggarisbawahi YouTube Moeldoko terkait musisi jalanan. Dia menilai mantan Panglima tersebut memiliki kepedulian tinggi kepada musisi jalanan. Pasalnya, Nurkhasanah menengarai, Moledoko menjadi salah satu tokoh di antara tokoh-tokoh lain yang berani mengangkat isu musisi jalanan di kanal youtubenya.

“Saya melihat Pak Moeldoko menjadi salah satu—kalau nggak disebut satu-satunya—yang mengangkat isu seni budaya di dalam diri musisi jalanan. Tokoh-tokoh lain sering mengangkat isu pengembangan start-up, isu teknologi, bisnis dan objek-objek yang bisa menghasilkan rupiah,” ujarnya.

Diketahui YouTube Moeldoko melakukan dialog interaktif dengan Kelompok Penyanyi Jalanan (KPJ). Adapun KPJ diwakili oleh Anto Baret (Ketua KPJ), Marta (Ketua KPJ Jabar), Cepi (Ketua KPJ Bandung), Helen (Ketua KPJ Cilegon), dan Raimon (Ketua KPJ Bekasi).  

Nurkhasanah mengungkap bahwa sosok Moeldoko adalah sosok yang anti mainstream. Dia berani keluar dari arus utama yang mengangkat isu informasi teknologi mutakhir. Sedangkan dirinya, menurut Nurkhasanah mengangkat isu-isu pinggiran dan receh.

Nurkhasanah melanjutkan justru dari dialog interaktif Moeldoko bersama musisi jalanan memberikan pelajaran berharga kepada generasi milenial untuk terus mengejar cita-cita sesuai passion masing-masing.

“Dari komunitas musisi jalanan, kita dapat belajar bahwa dengan keyakinan dan kreativitas bisa mewujudkan semua cita-cita yang kita inginkan. Mereka (musisi jalanan) tak khawatir perkara materi, tak risau soal rezeki. Yang mereka lakukan adalah melakukan sesuai passion, minat dan bakat kita,” sambungnya.

Nurkhasanah sebagaimana dikutip dari Youtube Moeldoko, menjelaskan bahwa jalanan sebagai media bisnis mampu membentuk kemandirian ekonomi dan menghidupi jalanan sebagai media ekspresi. 

“Adanya warung-warung (kuliner dan agen minuman), dan sasana tinju di sekitar Bulungan adalah bentuk simbiosis mutualisme nyata. Dengan kemandirian ekonomi, Kelompok Penyanyi Jalanan (KPJ) bisa bertahan sejak 1982,” imbuhnya.

Nurkhasanah menuturkan kesan dari Youtube Moeldoko. Menurutnya sebuah ungkapan yang sangat menyentuh dari KPJ yang patut diteladani bagi masyarakat Indonesia. 

“Saya sangat tersentuh sebuah ungkapan yang disampaikan oleh Mbak Helen (KPJ Cilegon). Dia menyampaikan bahwa hidup itu untuk menghidupi orang lain. Dan KPJ bagi saya mengajarkan sebuah value (nilai) kehidupan yang sangat berharga,” sambungnya.

Nurkhasanah berharap pemerintah merealisasikan dan mengakomodasi cita-cita berkelanjutan KPJ. Menurutnya, KPJ selama ini hadir berdikari dan membentuk daya juang dan kreatif musisi-musisi jalanan. 

“Mereka rela menyisihkan sebagian penghasilannya untuk memberdayakan kelompok musisi jalanan dan membuat mereka berdaya sehingga menghasilkan karya kreatif. Salut kepada mereka. Semoga pemerintah mendengar aspirasi dan menciptakan ruang kreatif bagi mereka (musisi jalanan),” pungkasnya.

Penulis : Redaksi
Editor: Redaksi
Berita Terkait