Lucinta Luna Menangis Divonis 1,5 Tahun Penjara

Supriyanto Rabu, 30 September 2020 21:00:23
Lucinta Luna hadapi sidang putusan kasus penyalahgunaan narkoba pada Rabu 30 September. (Seno/tabloidbintang.com)

TABLOIDBINTANG.COM - Lucinta Luna hadapi sidang putusan kasus penyalahgunaan narkoba pada Rabu (30/9) siang di Pengadilan Negeri Jakarta Barat. Setelah menimbang dari keterangan saksi serta bukti, hakim memutuskan Lucinta Luna bersalah.

Atas kesalahannya mengkonsumsi narkoba, Lucinta Luna divonis hukuman penjara 1,5 tahun dan denda Rp 10 juta.

"Menjatuhkan hukuman dengan pidana satu tahun enam bulan dan denda Rp10 juta, diganti kurungan satu bulan," ucap Ketua Hakim Eko Aryanto di persidangan.

Mendengar putusan hakim, Lucinta Luna yang menjalani sidang vonis secara virtual, menangis dari Rutan Pondok Bambu, Jakarta Timur. Mengenakan kemeja putih, Lucinta Luna tak kuasa menahan kesedihan.

Lucinta Luna (Seno/tabloidbintang.com)
Lucinta Luna (Seno/tabloidbintang.com)

Lucinta Luna menyatakan tidak mengajukan banding terhadap vonis yang telah dijatuhkan kepadanya.

"Saya terima yang mulia," ujar Lucinta Luna dengan terisak.

Hukuman tersebut dikurangi masa tahanan. Putusan tersebut lebih ringan dibandingkan tuntutan yang dibacakan Jaksa Penuntut Umum (JPU). Dalam dakwaan, Lucinta Luna dikenakan Pasal 112 ayat 1 Undang-undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang narkotika atas kepemilikan ekstasi yang ditemukan di apartemennya.

Lucinta Luna diamankan bersama beberapa rekan termasuk kekasihnya, Abash di sebuah apartemen di kawasan Jakarta Pusat pada 11 Februari 2020. Sekitar pukul 01.30 WIB Satres Narkoba Polres Metro Jakarta Barat mendatangi apartemen Lucinta Luna.

(pri)

Penulis Supriyanto
Editor Binsar Hutapea
Install App Bion
Akses berita dan gosip lebih mudah
Download Aplikasi Android
Google playstore
loading...
YANG INI LEBIH HEBOH
KOMENTAR
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi tabloidbintang.com. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.