Tarra Budiman Masih Menggaji Karyawannya yang Dirumahkan

Ari Kurniawan Kamis, 16 April 2020 08:30:21
Pandemi Covid-19 di Indonesi juga membuat Tarra Budiman pusing. (tabloidbintang.com)

TABLOIDBINTANG.COM - Pandemi Covid-19 di Indonesi juga membuat Tarra Budiman pusing. Tarra merasakan betul dampaknya pada sisi ekonomi. 

Alih-alih mendapat untung, Tarra Budiman kesulitan untuk membayar gaji karyawan. Alhasil, Tarra terpaksa merumahkan sebagian anak buahnya. 

“Sebenarnya ada 20-an (karyawan), cuma yang di kantor lima orang doang, sisanya di rumah. Bahkan sopir gue di rumah,” ungkap Tarra Budiman, dalam wawancara online dengan wartawan, Rabu (15/4).

Pandemi Covid-19 di Indonesi juga membuat Tarra Budiman pusing. (tabloidbintang.com)
Pandemi Covid-19 di Indonesi juga membuat Tarra Budiman pusing. (tabloidbintang.com)

Tapi, Tarra Budiman tetap berusaha memenuhi kewajibannya. Tarra masih memberikan upah karyawannya yang di rumahkan, meski jumlahnya tidak seperti biasa.

“Semuanya masih ada (gajinya), tapi mengikuti persetujuan perusahaan juga. Kita memberikan potongan saja. Biasanya 100 persen, mungkin 80 persen, demi kelangsungan brand juga,” Tarra Budiman menjelaskan.

Tarra Budiman berharap pandemi ini segera berlalu, sehingga masyarakat bisa berktivitas seperti biasa. Tarra juga berharap daya beli masyarakat kembali pulih. 

Pandemi Covid-19 di Indonesi juga membuat Tarra Budiman pusing. (tabloidbintang.com)
Pandemi Covid-19 di Indonesi juga membuat Tarra Budiman pusing. (tabloidbintang.com)

“Sekarang enggak banyak orang mau mengeluarkan uang di masa pandemi seperti ini. Orang kebanyakan nimbun uang untuk menjaga pengeluaran juga," pungkas Tarra Budiman.

(ari)

Penulis Ari Kurniawan
Editor Ari Kurniawan
Install App Bion
Akses berita dan gosip lebih mudah
Download Aplikasi Android
Google playstore
loading...
YANG INI LEBIH HEBOH
KOMENTAR
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi tabloidbintang.com. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.