Nobar Film Kucumbu Tubuh Indaku Dibubarkan Ormas, Ini Respons Garin Nugroho 

Ari Kurniawan Kamis, 14 November 2019 07:30:14
Garin Nugroho, sutradara film Kucumbu Tubuh Indahku. (Ari/tabloidbintang.com)

TABLOIDBINTANG.COM - Acara nonton bareng film Kucumbu Tubuh Indahku di Gedung Dewan Kesenian Lampung, Pusat Kebudayaan Olah Raga, Way Halim, Kota Bandar Lampung, baru-baru ini dibubarkan Ormas. 

Peristiwa tersebut membuat sang sutradara, Garin Nugrogo, kecewa. Garin tak tahu persis detil kejadian, karena tidak berada di lokasi. Namun pria asal Yogyakarta itu mengatakan perlunya campur tangan pemerintah untuk mencegah arogansi serupa di kemudian hari. 

"Pemerintah harus turun tangan, pemerintah tuh selalu jargonnya itu anti radikalisme dan anti kekerasan jalanan, kalau itu hannya jadi jargon politik yang mau dijual untuk popularitas, tapi sehari-hari tindakan kekerasan itu berjalan, maka radikalisme akan tumbuh," kata Garin Nugroho, saat dihubungi wartawan, Rabu (13/11).

Garin Nugroho menambahkan, tidak ada yang perlu dikhawatirkan dari konten film Kucumbu Tubuh Indahku. Sebab, film yang pertama kali dirilis pada Desember 2018 itu sudah melewati proses sensor secara resmi. 

"Radikalisme bisa hilang kalau kejadian sehari-hari semacam itu dicegah, karena film Kucumbu Tubuh Indahku udah lolos sensor sudah sesuai prosedur hukum dan aku sudah mengalami ini dan aku melawan."

Pembubaran acara nonton bareng film Kucumbu Tubuh Indahku dinilai Garin Nugroho sangat meresahkan. Lebih dari itu, kata dia, tindakan semena-mena semacam itu juga mencoreng supremasi hukum. 

"Film itu telah lulus sensor, jadi sebenarnya penutupan itu memalukan pemerintah, karena saya telah melakukan pekerjaan sesuai prosedur hukum kan. Jadi sebenarnya pemerintah sangat dipermalukan, bukan saya," pungkas Garin Nugroho. 

(ari)

Penulis Ari Kurniawan
Editor Ari Kurniawan
Install App Bion
Akses berita dan gosip lebih mudah
Download Aplikasi Android
Google playstore
loading...
YANG INI LEBIH HEBOH
KOMENTAR
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi tabloidbintang.com. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.