5 Film Terbaik Meryl Streep Wajib Tonton versi Mira Lesmana

Wayan Diananto Sabtu, 28 Januari 2017 12:00:46
5 Film Terbaik Meryl Streep Wajib Tonton versi Mira Lesmana (Ryan/tabloidbintang.com)

TABLOIDBINTANG.COM - Malam puncak Golden Globes tahun ini dibicarakan bukan hanya karena film La La Land memborong 7 piala tetapi juga pidato aktris senior Meryl Streep menjadi viral sejagat.

Keberaniannya membela keberagaman, mengkritik Presiden Amerika Serikat Terpilih Donald Trump memantik decak kagum, pro, dan kontra. Penikmat film-filmnya mengenang kembali kebesaran aktris yang 18 kali meraih nominasi Oscars itu.

Tidak terkecuali produser Ada Apa Dengan Cinta?, Mira Lesmana (52). Keberanian Meryl membuat Mira terkesan.

“Pidato Meryl Streep gokil. Ia menyiratkan kepedulian terhadap masa depan Hollywood. Ia menyuarakan sudut pandang tentang negaranya sendiri. Yang paling penting, pidatonya memperlihatkan keberanian sebagai seorang wanita,” tutur Mira di Jakarta, pekan lalu.

Kecemerlangan karier Meryl, kata Mira, melintasi empat dekade. Kualitas akting Meryl tak pernah susut. Mira menyebut Meryl aktris besar.

Itu sebabnya, Mira butuh waktu beberapa menit ketika diminta merekomendasikan 5 film terbaik Meryl.

“Duh, filmnya Meryl bagus semua,” keluhnya.

Ia kemudian merekomendasikan 5 film berikut ini untuk Anda.

1.    The Devil Wears Prada (David Frankel, 2006)
Penghargaan: Nomine Pemeran Utama Wanita Terbaik Oscars 2007
Mira menyebut akting Meryl sebagai Miranda Priestly komikal sekaligus menggigit. Akar film ini sebenarnya ada di tangan karakter Andi Sachs (diperankan Anne Hathaway-red) dan kekasihnya. Kehadiran Meryl sebagai bos dengan sikap sangat menyebalkan benar-benar menyita atensi penonton. Menjengkellkan namun bikin kangen dan tertawa. Meryl menjadi detak jatung film ini! 

2.    Silkwood (Mike Nichols, 1983)
Penghargaan: Nomine Pemeran Utama Wanita Terbaik Oscars 1984
Film ini berdasar kisah nyata pekerja pabrik plutonium, Karen Silkwood. Ia terkontaminasi, mengalami tekanan psikologis, dan terseret dalam pusara pembunuhan. “Kualitas film ini tidak sekuat film Meryl lainnya. Namun, aktingnya sangat meyakinkan. Ketika menonton Silkwood, saat itu saya sadar kebesaran seorang Meryl,” Mira terkesan. Di tangan Meryl, Karen Silkwood begitu hidup. 

3.    The Iron Lady (Phyllida Lloyd, 2011)
Penghargaan: Menang Pemeran Utama Wanita Terbaik Oscars 2012
Bagi generasi milenial yang kurang akrab dengan Meryl Streep, The Iron Lady salah satu yang sangat direkomendasikan Mira untuk dicermati. Meryl menjelma menjadi Perdana Menteri Inggris wanita pertama (dan hingga kini masih satu-satunya) dengan masa jabatan terlama dalam sejarah. The Iron Lady mengantarkan Meryl meraih Piala Oscar ketiga setelah puasa kemenangan selama 19 tahun!

4.    Kramer Vs. Kramer (Robert Benton, 1979)
Penghargaan: Menang Pemeran Pendukung Wanita Terbaik Oscars 1980
Kalau ada kisah perceraian paling emosional, Kramer Vs. Kramerlah jawabannya. “Ini kasus perceraian paling menggemparkan dalam film,” Mira berpendapat. Dalam film peraih lima Oscars ini, Meryl melakoni Joanna Kramer. Cerita yang menyentuh dan akting para pemain menjadi bagian terdahsyat dari film ini. Adegan Meryl berlinang air mata, salah satu yang membekas di hati penonton. Lewat film ini, Meryl meraih Piala Oscar pertama. 

5.    Out of Africa (Sydney Pollack, 1985)
Penghargaan: Nomine Pemeran Utama Wanita Terbaik Oscars 1986
Mira menggambarkan film peraih 7 Oscar ini sebagai, “Film dengan elemen akting, naskah, dan teknis serbabagus. Bahkan lagu dan ilustrasi musiknya pun bagus! Inilah film romantis yang tidak lekang digerus zaman. Chemistry Meryl dan Robert Redford simbol emosi yang kuat. Saya berkali-kali menonton Out of Africa dan enggak pernah bosan.”

 

(wyn/gur)

 

Penulis Wayan Diananto
Editor Tubagus Guritno
Install App Bion
Akses berita dan gosip lebih mudah
Download Aplikasi Android
Google playstore
YANG INI LEBIH HEBOH
KOMENTAR
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi tabloidbintang.com. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.