Cerita Vanda Rainy Menjadi Model TVC Pariwisata Sapporo

Tubagus Guritno Senin, 14 Maret 2016 16:55:08
Vanda Rainy (dok.pribadi)

TABLOIDBINTANG.COM - Parasnya yang mewakili wajah Indonesia, senyum yang manis, dan kepiawaiannya dalam bercerita, menjadi faktor penentu Vanda Rainy menyisihkan ratusan kontestan untuk menjadi model TVC Pariwisata kota Sapporo, Jepang.

Untuk pembuatan TVC hasil kerja sama K-Vision dengan pemerintah kota Sapporo ini, Vanda Rainy berangkat ke ibukota provinsi Hokkaido itu pada  10 Maret 2016 lalu.

Selama empat hari di sana, Vanda mengambil gambar untuk pembuatan TVC di beberapa lokasi ikonik.

"Saya dibawa ke Jozankei Onsen. Di sana saya menikmati air panas dengan pemandangan yang indah. Lalu, jalan-jalan ke Forest of Art yang merupakan pusat seni terbesar di Sapporo. Di Jepang saya juga sempat main salju," cerita Vanda Rainy kepada tabloidbintang.com, Senin (14/3/2016) atau sehari setelah kepulangannya dari negeri Sakura.

Belum jalan-jalan ke Jepang jika tidak mengunjungi Central Market, pusat berbagai makanan khas Jepang dan tempat makanan paling segar setiap pagi.

Makanan laut menjadi pilihan Vanda rainy, dari berbagai jenis sashimi, hingga kepiting segar.

Setelah menghabiskan waktu untuk menikmati makanan khas Sapporo, Vanda  Rainy juga mengunjungi Moiwa-yama Observatory, yang terletak di tengah kota Sapporo.

"Dari puncak Moiwa-yama, di ketinggian 531 meter, saya bisa melihat Laut Ishikari dan juga panorama pegunungan di kejauhan," lanjut Vanda.

Tak hanya mengenal budaya dan keindahan alam kota Sapporo, Vanda juga mengenalkan unsur budaya khas Indonesia melalui syal etnik buatan Nusa Tenggara Timur. "Saya mengenakan syal itu selama di Sapporo", katanya.

(gur)

 

Penulis Tubagus Guritno
Editor Tubagus Guritno
Install App Bion
Akses berita dan gosip lebih mudah
Download Aplikasi Android
Google playstore
loading...
YANG INI LEBIH HEBOH
KOMENTAR
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi tabloidbintang.com. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.