Suami Shilpa Shetty, Raj Kundra Tidak Terbukti Berperan Aktif  Dalam Produksi Film Porno

Vallesca Souisa Rabu, 21 Juli 2021 23:59:52
Shilpa Shetty dan suami, Raj Kundra

TABLOIDBINTANG.COM - Suami aktris Bollywood Shilpa Shetty, pengusaha Raj Kundra ditangkap pada hari Senin karena diduga membuat dan menerbitkan konten pornografi dan sekarang berada di bawah tahanan polisi.

Polisi sebelumnya mengungkapkan bahwa Raj biasa mendapatkan sekitar 6 lakh atau 120 juta dalam sehari melalu bisnis film dewasa. Tetapi dalam penyelidikan yang telah berlangsung, komisaris polisi Tn. Milind Bharambe akhirnya menyatakan, tidak ditemukan keterlibatan atau peran aktif Raj dalam bisnis ini. 

Pelaporan atas Raj masuk dari seorang aktris film dewasa yang merasa dijanjikan peran dalam serial web. Dalam serial web ini mereka dituntut beradegan berani, bahkan diminta melepas busana dan telanjang saat audisi. Tetapi setelah audisi tak juga mendapat peran yang dijanjikan. Karena masalah ini, beberapa aktris tersebut melapor ke kepolisian dan menyeret nama Raj Kundra. 

Tak hanya nama Raj Kundra, ada 9 orang lainnya yang diduga melakukan bisnis pornografi ini yang sedang diamankan polisi. Seorang pria bernama Umesh Kamat, yang bekerja di perusahaan bisnis Raj juga ikut ditarik ke kantor polisi untuk dimintai keterangan. 

Pihak kepolisian menambahkan, “Kami masih terus melakukan penyelidikan. Kami mengimbau kepada para korban, untuk memberikan keterangan sejelas-jelasannya, dan sejujur-jujurnya,” begitu ungkap kepolisian Mumbai. 

Atas kasus ini, Raj Kundra terancam beberapa pasal yakni,  IPC Bagian 420 (Penipuan), 34 (persekongkolan ), 292 dan 293 (terkait dengan iklan dan tampilan cabul atau tidak senonoh), dan bagian yang relevan dari UU IT dan Undang-undang Perempuan.
 


Penulis Vallesca Souisa
Editor Vallesca Souisa
Install App Bion
Akses berita dan gosip lebih mudah
Download Aplikasi Android
Google playstore
YANG INI LEBIH HEBOH
KOMENTAR
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi tabloidbintang.com. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.