Park Bom eks 2NE1 Buka Suara Soal Penyelundupan Amfetamin 8 Tahun Lalu

Nanda Indri Hadiyanti | 27 April 2018 | 10:30 WIB

TABLOIDBINTANG.COM - Park Bom eks 2NE1 akhirnya buka suara setelah kasus penyelundupan amfetamin yang dilakukannya pada 2010 lalu, diungkit kembali. 

Lewat Sports Kyunghyang, Park Bom mulai mengungkapkan bahwa dia tahu soal tayangan PD Notebook yang mempertanyakan soal kasus hukumnya. 

"Seorang kenalan menghubungiku, jadi sayang menonton PD Notebook bersama orangtua saya," kata Park Bom, seperti dikutip dari Soompi, Kamis (26/4). 

Pelantun lagu "I'm The Best" itu mengatakan, kedua orang tuanya seperti sudah kebal dengan pemberitaan tersebut. "Mereka kebal mendengar kata 'obat-obatan', mereka hanya menghela napas sekarang saat berita itu dimuat," ujarnya. 

Dia merasa pemberitaan itu tak adil buatnya, karena dia benar-benar tidak pernah menggunakan narkoba. "Saya tidak pernah menggunakan narkoba. Saat itu saya sudah diinvestigasi, tapi saya tidak bersalah," kata perempuan yang lahir pada 24 Maret 1984 itu. 

Dia kembali menjelaskan tentang kabar dirinya yang memiliki gangguan psikologis. "Saya punya penyakit. Saya harus mengonsumsi obat itu sejak sekolah menengah pertama dan menengah atas. Nama penyakit itu ADD (Attention Deficit Disorder), penyakit ini tidak familiar di Korea. Edison, si penemu, juga menderita penyakit ini. Belakangan penyakit ini semakin dikenal, tapi tak ada pengobatan yang tepat, karena itu saya mengambil pengobatan yang seharusnya digunakan untuk penyakit ADHD (Attention Deficit Hyperactivity Disorder)," ungkapnya. 

Namun karena bukan pengobatan yang tepat maka bukan hal yang instan untuk mengatasi penyakit yang dideritanya. Penyakitnya tak teratasi, Park Bom justru harus menanggung beban lain karena dituding sebagai pengguna obat-obatan terlarang.  

Park Bom menjelaskan pada 2010 lalu, dia membawa masuk obat adderall, sejenis amfetamin dengan dosis lebih rendah. Tapi karena pemberitaan terlanjur meluas, orang menyebutnya 100 persen amfetamin, di mana amfetamin dilarang beredar di Korea Selatan. 

"Saya frustasi saat orang menyebutnya amfetamin 100 persen. Saya disebut menyelundupkan obat-obatan, tapi itu obat, tapi obat itu juga bukan sesuatu yang bisa mengobati penyakit saya," ungkap penyanyi 34 tahun tersebut. 

Penjelasan tersebut menegaskan jika obat-obatan itu, bukanlah narkoba atau sejenisnya. Tapi mantan anggota 2NE1 itu mengungkapkan dia membutuhkannya untuk mengatasi ADD yang dideritanya sejak bertahun-tahun lalu.

(nda/bin) 

Penulis : Nanda Indri Hadiyanti
Editor: Nanda Indri Hadiyanti
Berita Terkait