Mantan Gitaris Guns N’ Roses Steven Adler Menikam Diri Sendiri

Hari Murtono Jumat, 28 Juni 2019 21:00:49
Steve Adler (ist)

TABLOIDBINTANG.COM - Akhir-akhir ini banyak grup lawas kembali eksis. Penyebabnya rata-rata adalah konser reuni yang laris manis dikejar penggemar yang ingin bernostalgia. Salah satunya adalah grup rock tahun '90-an Guns N' Roses. Tapi kabar kurang menyenangkan justru datang dari mantan gitarisnya, Steven Adler. Menurut laporan TMZ, Adler terpaksa dilarikan ke rumah sakit karena diduga telah menikam dirinya sendiri.

Sumber penegak hukum memberi tahu TMZ bahwa seseorang di rumah LA Adler menelepon 911 pada Kamis (27/6) lalu, sekitar pukul 6:30 malam. Polisi melaporkan seseorang telah menikam dirinya sendiri. Ketika polisi dan paramedis tiba, mereka mendapati Adler lah yang menderita luka tusuk di perutnya.

Sumber TMZ mengatakan Adler langsung dibawa ke rumah sakit setempat dengan cedera yang tidak mengancam jiwa. Sang sumber memberitahu tidak ada orang lain yang diduga terlibat dalam insiden tersebut.

Pada beberapa kesempatan, Adler secara terbuka mengakui berjuang dengan penyalahgunaan zat adiktif selama beberapa dekade. Dia dikeluarkan dari Guns N 'Roses karena kecanduan narkoba pada tahun 1990. Untungnya kemudian Adler dilantik ke dalam Rock & Roll Hall of Fame bersama grup tersebut pada tahun 2012.Adler sendiri telah beberapa kali muncul di beberapa acara TV tentang kecanduan. Ia merupakan anggota musim ke 2 dan 5 dari acara reality show “Celebrity Rehab with Dr. Drew" dan "Sober House" spin-off.

Adler merupakan anggotanya grup Guns N'Roses sejak tahun 1987-1990. Dalam berbagai catatan media, Adler diketahui memiliki kekayaan bersih senilai 15 juta dollar.

( hari / ray )

Penulis Hari Murtono
Editor Panditio Rayendra
Install App Bion
Akses berita dan gosip lebih mudah
Download Aplikasi Android
Google playstore
YANG INI LEBIH HEBOH
loading...
KOMENTAR
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi tabloidbintang.com. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.