Kecanduan Seks, Charlie Sheen Ngaku Meniduri 5000 Wanita

Vallesca Souisa Kamis, 22 Juli 2021 20:00:33
Charlie Sheen ungkap kecanduan seks di masa lalu

TABLOIDBINTANG.COM - Hollywood, seks, dan obat-obatan, sudah menjadi bagian dari kehidupan glamor mereka sehari-hari. Tak sedikit deretan aktor-aktris papan atas mengaku punya masalah kecanduan seks dan obat-obatan. Ini seperti dua hal yang tak terpisahkan. Di antaranya yang kecanduan seks, Daniel Craig, Collin Farrel, Michael Douglas, Angelina Jolie, dan yang paling mencengangkan kisahnya, aktor kawakan Charlie Sheen. 

Charlie Sheen salah satu aktor dengan bayaran mahal di era 90an. Dia berjuang melawan kecanduannya pada seks dan obat-obatan. Akibat kebiasaannya ngeseks ini, ia divonis positif HIV. Dalam sebuah acara gelar wicara dengan stasiun TV NBC ia membeberkan blak-blakkan sisi gelap dirinya. 

“Saya punya tanggung jawab sekarang, untuk membuat diriku lebih baik, dan membantu orang lain juga yang mungkin punya masalah yang sama dengan saya. Seks menjadi kelemahan saya. Setiap malam, siang hari, kapanpun saya melakukannya dengan pelacur, bintang porno, para stripper, groupie. Mungkin 5000 wanita telah saya tiduri, dan sekarang saya positif HIV,” aku Charlie. 

Kebiasaan ini didampingi dengan konsumsi obat-obatan. Semakin teler, semakin enak melakukannya (Seks). Tapi ini membawanya pada masalah di pengujung hari. Pelacur yang diajaknya ngeseks, melihatnya mengonsumsi obat-obatan terlarang dan akhirnya memerasnya. “Saya harus menghentikan ini. Serangan-serangan ini, bagaimana orang mengambil keuntungan dari kelemahanku.” 

Ditanya apakah sekarang ia masih suka menyewa pelacur untuk kesenangannya, Charlie menjawab tegas, “Tidak.  Tidak setelah hari-hari kelam itu.” 


 


Penulis Vallesca Souisa
Editor Vallesca Souisa
Install App Bion
Akses berita dan gosip lebih mudah
Download Aplikasi Android
Google playstore
YANG INI LEBIH HEBOH
KOMENTAR
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi tabloidbintang.com. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.