Diduga Akibat Terjerat Banyak Kasus, Gatot Brajamusti Mengalami Strok Ringan

Abdul Rahman Syaukani Jumat, 18 Mei 2018 06:45:08
Gatot Brajamusti terserang strok ringan. (tabloidbintang.com)

TABLOIDBINTANG.COM - Gatot Brajamusti dilarikan ke Rumah Sakit Polri Kramat Jati Jakarta Timur lantaran mengalami strok ringan. Masih mendapat perawatan intensif di sana, sidang Gatot atas dugaan kasus kepemilikan senjata api ilegal dan satwa terlindungi terpaksa ditunda di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan yang sejatinya digelar, Kamis (17/5) kemarin.

Apakah mantan guru spiritual Elma Theana dan Reza Artamevia mengalami strok karena banyak pikiran lantaran dijerat dengan banyak kasus, mulai dari kasus narkoba, asusila, senjata api ilegal hingga satwa terlindungi?

Ditanya kemungkinan hal tersebut, Ahmad Rifai selaku kuasa hukum Gatot Brajamusti mengaku belum mendapat kepastiannya. Karena dia belum banyak mengobrol dengan Gatot.

"Saya enggak tahu, belum ngobrol, Mas. Kan harus lihat riwayatnya dulu, Mas," aku Ahmad Rifai kepada Tabloidbintang.com.

Disinggung apakah sudah keluar resume medis dari dokter ihwal kondisi terkini Gatot Brajamusti, Rifai lagi-lagi menjawab tidak tahu.

Gatot Brajamusti dilarikan ke rumah sakit karena mengalami strok ringan. (seno susanto)
Gatot Brajamusti dilarikan ke rumah sakit karena mengalami strok ringan. (seno susanto)

"Belum, belum. Belum ketemu sama dokternya, Mas," aku Rifai.

Untuk kasus narkoba, Gatot Brajamusti divonis 10 tahun penjara berdasarkan putusan majelis hakim Pengadilan Tinggi Mataram. Putusan tersebut bertambah dari putusan Pengadilan Negeri Mataram.

Sementara untuk kasus asusila atau pencabulan anak di bawah umur, Gatot Brajamusti dijatuhi hukuman 9 tahun penjara berdasarkan putusan majelis hakim Pengadilan Negeri Jakarta Selatan.

(man/ind)

Penulis Abdul Rahman Syaukani
Editor Indra Kurniawan
YANG INI LEBIH HEBOH
loading...
KOMENTAR
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi tabloidbintang.com. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.