Fakta Mengejutkan di Balik Akun YouTube Penuding Ruben Onsu Lakukan Pesugihan

Altov Johar Kamis, 14 November 2019 10:00:15
Ruben Onsu. (Seno/tabloidbintang.com)

TABLOIDBINTANG.COM - Minola Sebayang, pengacara Ruben Onsu, mengungkap pertemuannya dengan perwakilan akun Youtube Hikmah Kehidupan. Seperti diketahui, akun tersebut dilaporkan oleh Ruben karena menudingnya menggunakan pesugihan untuk usaha kuliner.

Ada fakta menarik dari pertemuan Minola Sebayang dengan Abri, perwakilan dari akun Youtube Hikmah Kehidupan. Ternyata akun tersebut dimiliki sebuah koperasi yang bertempat di Pemalang, Jawa Tengah.

“Saya tanya, 'Kamu pemilik akunnya?' Kata Abri, dia hanya mengelola saja, bukan penanggung jawab atau pemilik. Kata dia, pemilik akun itu adalah koperasi yang berdomisili di Pemalang. Jadi, koperasi itu menaungi orang-orang yang mengurusi akun YouTube itu," ungkap Minola Sebayang di Kawasan Kuningan, Jakarta Selatan, Rabu (13/11).

Maksud kedatangan Abri ke kantor Ruben Onsu sendiri adalah untuk meminta maaf. Menurut Minola, kliennya pasti akan memaafkan. Hanya saja mengingat kasus ini sudah masuk ke ranah hukum, maka prosesnya akan tetap berlanjut.

"Jadi, maaf mereka diterima, tapi kasus tetap berjalan. Karena kalau tidak berjalan. Satu, maaf itu memang tidak bisa menghentikan sifat pidana, kedua, ini akan memberi efek jelek pada kita, karena masyarakat nanti jadi berpikir kalau ini adalah akal-akalan si pemilik akun dengan orang-orang terkait untuk menaikkan nama atau promosi," jelas Minola.

Sayangnya dalam pertemuan itu baik Ruben Onsu maupun adiknya, Jordi Onsu, berhalangan hadir. Apalagi kedatangan perwakilan Hikmah Kehidupan terbilang mendadak tanpa ada pemberitahuan sebelumnya.

(tov/ari)

Penulis Altov Johar
Editor Ari Kurniawan
Install App Bion
Akses berita dan gosip lebih mudah
Download Aplikasi Android
Google playstore
YANG INI LEBIH HEBOH
loading...
KOMENTAR
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi tabloidbintang.com. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.