Andika Kangen Band Akui Terima Bayaran untuk Jadi Suami Settingan

Ari Kurniawan Senin, 28 Oktober 2019 07:30:28
Andhika Kangen Band akui terima jasa pacar atau suami settingan. (Seno/tabloidbintang.com)

TABLOIDBINTANG.COM - Kehidupan Andika Kangen Band tak pernah lepas dari wanita cantik. Pernah empat kali menikah, pria asal Lampung itu juga berkali-kali diberitakan dekat dengan penyanyi pendatang baru. Beberapa di antaranya bahkan diakui Andika sebagai istri sirinya. 

Tapi, tak semua cerita yang dilontarkan Andika Kangen Band benar adanya. Dalam sebuah wawancara dengan Deddy Corbuzier, Andika mengakui dirinya kerap menerima bayaran untuk merekayasa hubungan dengan wanita yang ingin terkenal.

"Mana ada ada cewek yang mau dinikahi siri sama gue? Mereka itu punya orangtua, masa iya orangtuanya ngizinin. Gue disetting sama penyanyi dangdut, sama si A, si B, itu dibayar," beber Andika Kangen Band. 

Andhika Kangen Band akui terima jasa pacar atau suami settingan. (Seno/tabloidbintang.com)
Andhika Kangen Band akui terima jasa pacar atau suami settingan. (Seno/tabloidbintang.com)

Wanita yang menggunakan jasa Andika Kangen Band berasal dari berbagai macam profesi. Selain artis, ada juga politisi.

"Biasanya ada beberapa orang kayak mau nyalon kan. Ada yang nyalon dewan, ada yang mau jadi penyanyi, ada pemain sinetron, ada model begitu, macam-macam," sebut Andika Kangen Band. 

Andika Kangen Band memilih untuk buka-bukaan tentang rekayasa yang pernah ia buat, karena mulai merasa tak nyaman. Andika mengaku diprotes oleh anaknya, karena terkesan suka gonta-ganti pasangan. Imej playboy juga membuatnya kesulitan merajut hubungan serius dengan perempuan yang sungguh-sungguh dia suka.

 

(ari)

Penulis Ari Kurniawan
Editor Ari Kurniawan
Install App Bion
Akses berita dan gosip lebih mudah
Download Aplikasi Android
Google playstore
loading...
YANG INI LEBIH HEBOH
KOMENTAR
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi tabloidbintang.com. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.