Tamara Bleszynski dan Lika-liku Kehidupan Percintaannya

Vallesca Souisa | 20 April 2016 | 17:15 WIB

TABLOIDBINTANG.COM - Pernikahannya dengan Mike Lewis menjadi pernikahan kedua untuk Tamara Bleszynski. Pada 1 Desember 1997 silam Tamara dinikahi Teuku Rafly Pasya. Seperti halnya dengan pernikahannya dengan Mike saat ini, mulanya tidak banyak yang tahu pernikahan itu karena memang baik Tamara maupun Rafly memilih tidak gembar-gembor.

Dari pernikahannya dengan Rafly, Tamara Bleszynski memiliki buah hati, Rasya Islamay Pasya, yang dilahirkan pada 4 Februari 1999. Waktu itu, rumah tangga mereka terlihat sangat harmonis. Mereka bahkan berencana memberikan adik kepada Rasya.

Sayangnya, rencana tinggal rencana. Di penghujung 2004 rumah tangga Tamara-Rafly terhantam badai yang cukup besar. Banyak isu muncul, seperti adanya orang ketiga, sampai sikap keras Rafly yang mulai mengekang aktivitas Tamara. Hubungan yang mulanya harmonis berubah menjadi penuh konflik. Ditambah cekcok antara Tamara dengan ibunda Rafly, semakin memperkeruh suasana.

Pertengahan tahun 2005, Tamara Bleszynski malah sudah pisah rumah dengan Rafly. Kala itu, semakin sering Tamara ditongkrongi pewarta hiburan untuk dimintai keterangan. Namun, Tamara lebih memilih tidak berkomentar. Berbagai cara Tamara lakukan untuk menghindari wartawan, bahkan meminta rumah produksi yang terikat kontrak dengannya agar jadwal syutingnya untuk sementara break sampai batas waktu yang tidak ditentukan.

Lokasi syuting sudah pasti menjadi sasaran empuk wartawan yang ingin menemuinya. Ada dugaan Tamara sengaja menyepi di peristirahatannya di Cipanas, Jawa Barat. Sembari menghindar, Tamara dan Rafly berusaha menyelesaikan konflik rumah tangga mereka. Diskusi demi diskusi pun dirajut, berharap menjadi solusi terbaik.

Rabu, 3 Agustus 2005, Tamara Bleszynski memberikan jawaban yang pasti atas pertanyaan yang selama itu muncul mengenai kejelasan rumah tangganya. Secara resmi Tamara mendaftarkan gugatan cerai terhadap Rafly, ke Pengadilan Agama Jakarta Selatan (PA Jaksel) melalui kuasa hukumnya, Elza Syarief, SH dengan nomor perkara No.937/pdt.G/2005/PA JS. Gugatan cerai itu juga satu paket dengan gugatan Tamara atas hak asuh terhadap Rasya.

Keterangan lebih rinci disampaikan Elza Syarief, SH, beserta tim, S Huda SH, dan Marlene, SH, selaku kuasa hukum Tamara, dalam jumpa pers. Menurut Elza, kliennya sudah melalui tahap introspeksi diri dan berharap rumah tangganya akan tetap berjalan baik. Namun, usaha itu tak membuahkan hasil. Mengenai orang ketiga yang kabarnya menjadi pemicu perpisahan, dengan tegas dibantah Elza. Gugatan cerai Tamara itu puncak dari semua permasalahan rumah tangganya selama tiga tahun belakangan.

"Selama tiga tahun tersebut telah terjadi perselisihan demi perselisihan antara Tamara dan Rafly, yang berdasar pada perbedaan visi tentang hubungan antara laki-laki dan perempuan dalam perkawinan. Termasuk soal ketidakseimbangan antara suami dan istri," terang Elza kala itu. Yang dimaksud dengan ketidakseimbangan, Tamara merasa kurang dihargai. Selama tiga tahun pernikahannya, Tamara mengabdi pada suaminya, tapi yang didapat justru sebaliknya. Curahan kasih sayang pada Tamara sebagai istri tak seperti yang diharapkan.

Masalah ekonomi juga menjadi penyebab lain. Sebagai pengusaha, Rafly mengalami pasang-surut. Hal itu awalnya bisa dimaklumi Tamara. Kendati pada akhirnya ia menganggap Rafly kurang memiliki semangat untuk memperbaiki kembali usahanya. Tamara yang saat itu juga hadir membenarkan pernyataan Elza. "Tidak mudah mengubah kebiasaan seseorang, dan tidak bisa hanya dengan kata-kata dan nasihat. Justru kegagalan yang membuat kita belajar, walau kita tidak menginginkan kegagalan," kata Tamara Bleszynski.

Proses persidangan cerai Tamara Bleszynski-Teuku Rafly Pasya memakan waktu cukup panjang. Hal itu dikarenakan Rafly masih ingin mempertahankan pernikahannya dengan Tamara. Sebaliknya Tamara bersikeras untuk bercerai. Di tengah proses perceraian, muncul konflik baru mengenai hak asuh anak.

Baik Tamara Bleszynski maupun Rafly sama-sama pernah kesulitan menemui buah hatinya. Melalui perjalanan panjang dan berliku -- tercapai kesepakatan antara Tamara dan Rafly soal pengasuhan Rasya. Meski bersifat sementara, kesepakatan yang dibuat di Kantor Polres Jakarta Selatan pada Rabu, 30 Agustus 2006 lalu itu, mampu mendinginkan suasana.

Awal tahun 2007, rumah tangga Tamara dan Rafly menemui kejelasan. Pada 3 Januari 2007, Mahkamah Agung mengabulkan gugatan cerai Tamara di tingkat kasasi berdasarkan Putusan No 349/K/AG/2006 yang menetapkan hak pengasuhan anak berada di tangan Rafly.

Di tahun inilah, desas-desus hubungannya dengan Mike Lewis mulai berembus. Namun Tamara selalu bungkam kala dikonfirmasi seputar kabar hubungannya dengan Mike Lewis. Sampai hari ini, barulah sebuah seremoni di Bali menjawab rasa penasaran banyak orang. Ya, hidup memang pilihan. Dan inilah pilihan Tamara. Bulan kasih sayang ini menjadi momen penting perjalanan cinta mereka. Selamat untuk Tamara dan Mike Lewis.

Update: sayang pernikahan Tamara Bleszynski-Mike Lewis tak berumur panjang. Mereka bercerai pada 2012 setelah dikaruniai seorang anak, Kenzou Leon Blezynski Lewis. Meski telah cerai, hubungan Tamara-Mike masih sangat baik dan bahkan bersahabat.

Artikel ini pernah dimuat di Tabloid Bintang Indonesia, edisi minggu kedua Februari 2010

(adm)

Penulis : Vallesca Souisa
Editor: Vallesca Souisa
Berita Terkait