Seniman Djaduk Ferianto dalam Kenangan Mus Mujiono

Altov Johar Kamis, 14 November 2019 03:00:46
Mus Mujiono terkejut mendengar kabar seniman musik dan teater Djaduk Ferianto meninggal dunia (Altov/tabloidbintang.com)

TABLOIDBINTANG.COM - Musisi Mus Mujiono terkejut mendengar kabar seniman musik dan teater Djaduk Ferianto meninggal dunia. Padahal terakhir mereka bertemu, kondisi adik dari Butet Kertaredjasa itu baik-baik saja. Menurut Mus Mujiono, semua sudah menjadi kehendak Sang Khaliq.

Mus Mujiono menceritakan kenangannya bersama almarhum. Kala itu Mus Mujiono tampil di acara Bangka Jazz. Itu pun menjadi pertemuan terakhirnya dengan Djaduk Ferianto.

"Saya mau naik panggung tiba-tiba ada yang foto dari belakang, saya lihat Djaduk. Di situ dia foto-foto saya, foto bersama. Kadang-kadang dia bersenandung, terus kita bicara masalah Ngayogjazz besok. Saya tanya siapa yang tampil, kemasannya seperti apa. Saya baru sekali ini main di Ngayogjazz, baru permulaan dan kemasannya beda sama yang lain-lain. Kita di dusun, benar-benar di dusun," kenang Mus Mujiono di Kawasan Semanggi, Jakarta Selatan, Rabu (13/11).

Dilanjutkan Mus Mujiono, pertama kali mengenal Djaduk sekitar akhir 80-an. Kebetulan di saat itu Mus Mujiono menetap di Yogya. Sementara nama Djaduk sudah sangat masyhur sebagai seniman di Yogya.

"Akhirnya saya kenal sendiri waktu itu ketemu di JakJazz dulu di Ancol, kebetulan dia juga mengisi acara di Ancol. Di situ saya mulai mengenal dia dan mengetahui keuletan dia sebagai seorang seniman Yogyakarta yang luar biasa," pungkas Mus Mujiono.

Djaduk Ferianto merupakan putra bungsu seniman Bagong Kusudiardjo yang lahir di Yogyakarta, 19 Juli 1964. Ia merupakan personel kelompok musik Kua Etnika dan musik humor Sinten Remen. Selain musikus, Djaduk Ferianto juga dikenal sebagai sutradara teater. 

(Tov)

Penulis Altov Johar
Editor Suyanto Soemohardjo
Install App Bion
Akses berita dan gosip lebih mudah
Download Aplikasi Android
Google playstore
loading...
YANG INI LEBIH HEBOH
KOMENTAR
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi tabloidbintang.com. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.