Tanta Ginting Bandingkan Film Drama dengan Komedi, Mana yang Paling Disukai?

Supriyanto Selasa, 3 Desember 2019 19:30:03
Tanta Ginting sudah bermain untuk lebih dari 30 film dalam kariernya. (Seno/tabloidbintang.com)

TABLOIDBINTANG.COM - Tanta Ginting sudah berakting untuk 30 film dari berbagai genre. Yang terbaru berjudul Darah Daging, di mana dirinya mendapat peran antagonis.

Dari pengalaman yang didapat, Tanta Ginting pun membandingkan peran demi peran yang selama ini pernah dia lakoni.

"Capek main antagonis, enakan komedi bikin orang ketawa," ungkap Tanta Ginting, usai premier film Darah Daging di XXI Epicentrum, Kuningan, Jakarta Selatan, Senin (2/12).

Tanta Ginting sudah bermain untuk lebih dari 30 film dalam kariernya. (Seno/tabloidbintang.com)
Tanta Ginting sudah bermain untuk lebih dari 30 film dalam kariernya. (Seno/tabloidbintang.com)

Meski demikian, sebagai aktor profesional semua peran yang didapat tentu dikerjakan dengan total. Bagi Tanta, semakin banyak tantangan yang harus dilewati keika berperan sebagai antagonis.

"Tapi sebagai aktor, ini tantangan yang harus gue jalani. Jadi memperkaya pengalaman aja dimana gue harus mendalami emosi chemistry dengan lawan main," terang Tanta Ginting.

Tanta Ginting menyebut, dirinya menyukai genre komedi karena merasa cocok dengan dirinya yang memang sering bergurau.

"Karena pada dasarnya gue suka main, suka bercanda dan itu jadi lebih natural keluarnya, lebih nggak naik turun emosinya," pungkas Tanta Ginting.

Tanta Ginting sudah bermain untuk lebih dari 30 film dalam kariernya. (Seno/tabloidbintang.com)
Tanta Ginting sudah bermain untuk lebih dari 30 film dalam kariernya. (Seno/tabloidbintang.com)

(pri/ari)

Penulis Supriyanto
Editor Ari Kurniawan
Install App Bion
Akses berita dan gosip lebih mudah
Download Aplikasi Android
Google playstore
YANG INI LEBIH HEBOH
loading...
KOMENTAR
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi tabloidbintang.com. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.