D'Academy Asia, Hetty Koes Endang Menolak Keras Eliminasi via SMS

Vallesca Souisa Minggu, 29 November 2015 15:49:36
D'Academy Asia (Bambang/tabloidbintang.com)

TABLOIDBINTANG.COM - JURI D'Academy Asia tidak diposisikan berjejer tepat di hadapan panggung. Kini para komentator lah yang diposisikan di sana.

Para juri yang terdiri dari Hetty Koes Endang (Indonesia), Pakngah dan Zul By2 (Malaysia), Mayuni Omar (Singapura), Hans Anwar dan DJ Daffy (Brunei Darussalam) memberikan penilaian secara live streaming dari 4 negara. Mereka yang menilai langsung dan memutuskan, mana kontestan yang baik dan tidak. 

“Saya tadinya bingung, mau jadi juri, tampil setiap hari dari November sampai Desember, waduh, saya pakai baju apa? Enggak ada busana yang mau mensponsori saya. Oh, ternyata kata Ibu Harsiwi, tenang saja, enggak in frame, kok. Kalau iya, paling katanya cuma setengah badan. Sesekali. Alhamdulillah,” ucap bunda Hetty dengan gayanya yang kocak. 

Berpartisipasi sebagai juri dalam ajang ini, Hetty mengajukan syarat tersendiri.

“Begini, saya bilang dari awal, ini penilaiannya bagaimana? Kalau ujung-ujungnya polling SMS, saya enggak mau. Kredibilitas saya dipertaruhkan. Sudah susah-susah menilai, eh ternyata pilihan SMS berbeda, yang malu saya! Jadi saya bilang, mau dibayar berapa pun, kalau ujung-ujungnya ditentukan SMS saya enggak mau. Ternyata, untungnya di sini juri berperan penuh,” tutur Hetty. 

Dengan kemasan, eksekusi, dan formula yang variatif ini, pada penayangan pekan pertamanya DAA bertengger di posisi rating tiga besar.

Apakah acara ini akan semakin panas dan sukses hingga episode pamungkasnya? Atau akan biasa-biasa saja, seperti kebanyakan pengembangan ajang pencarian bakat serupa, seperti Asian Idol? 

(val/gur)

Penulis Vallesca Souisa
Editor Tubagus Guritno
Install App Bion
Akses berita dan gosip lebih mudah
Download Aplikasi Android
Google playstore
loading...
YANG INI LEBIH HEBOH
KOMENTAR
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi tabloidbintang.com. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.