Asri Welas Makin Percaya Diri Menerima Tawaran Film

Yohanes Adi Pamungkas Minggu, 14 Januari 2018 04:00:00
Asri Welas Makin Percaya Diri Menerima Tawaran Film (Seno / tabloidbintang.com)

TABLOIDBINTANG.COM - Dua piala berikut reputasi dua kali mencetak box office membuat Asri Welas makin percaya diri menerima tawaran film.

Pekan lalu, Asri Welas dilibatkan dalam film Keluarga Cemara. Di film terbarunya itu, Asri tak mau dibebani dengan embel-embel piala dan box office.

“Apakah selanjutnya harus box office juga? Saya percaya semua pekerjaan yang saya ambil ada rezekinya. Saya bekerja bisa di mana saja, rezeki akan mengikuti. Film bukan hanya hiburan. Ada pelajaran penting yang bisa diambil dengan menonton film,” ia menambahkan.

Keluarga Cemara terinspirasi serial televisi populer di dekade 1990-an yang dibintangi Adi Kurdi, Novia Kolopaking, dan Lia Waroka.

Film ini akan tayang di jaringan bioskop pada pertengahan tahun ini. Di film itu, Asri memerankan Ceu Salmah, perempuan kaya yang memberi pinjaman uang kepada banyak orang dengan bunga mencekik.

Untuk mendapat peran Ceu Salmah, Asri menjalani proses audisi melawan beberapa artis lain.

Asri Welas Makin Percaya Diri Menerima Tawaran Film (Seno / tabloidbintang.com)
Asri Welas Makin Percaya Diri Menerima Tawaran Film (Seno / tabloidbintang.com)

“Justru ada orang Sunda betulan malah enggak lolos. Intinya saya ketagihan main film. Saya enggak mau pilih-pilih peran, sutradara, dan genre,” aku ibu dua anak itu.

Asri Welas menerima tawaran peran dengan sepengetahuan suami. Baginya, restu dan dukungan suami sangat penting.

“Setelah mengikuti audisi Ceu Salmah, suami sering bertanya. Saya jawab, kayaknya tidak lolos karena sudah lama enggak ada kabarnya. Alhamdulillah, kabar gembira itu akhirnya datang,” pungkas Asri, sore itu.

(wyn / han)

Penulis Yohanes Adi Pamungkas
Editor Tubagus Guritno
YANG INI LEBIH HEBOH
loading...
KOMENTAR
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi tabloidbintang.com. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.