Jokowi Menyatakan Pendidikan Kebencanaan di Sekolah Akan Dimulai Bulan Ini

TEMPO | 3 Januari 2019 | 06:00 WIB

TABLOIDBINTANG.COM - Presiden Jokowi menyatakan penataan tata ruang terutama bagi wilayah yang berada di sekitar garis pantai sudah mendesak dilakukan. Kebijakan itu dinilai bisa mengurangi risiko jatuhnya korban jiwa akibat bencana. "Kita tidak hanya berbicara sekarang, tidak hanya berbicara 5 tahun ke depan, tidak hanya berbicara 10 tahun ke depan. Tapi berbicara 20, 30, atau 50 tahun ke depan," kata Jokowi usai meninjau lokasi terdampak tsunami di Kabupaten Lampung Selatan, Rabu, 2 Januari 2019, seperti dilansir keterangan tertulis dari Biro Pers Sekretariat Presiden.

Tak hanya soal penataan tata ruang, Presiden Jokowi juga menyoroti pentingnya mitigasi bencana dengan meningkatkan kesadaran dan bimbingan kepada masyarakat terkait dengan penanggulangan bencana sedari dini. Dia menyatakan, pemerintah sudah menyiapkan kurikulum terkait kebencanaan untuk siswa dan masyarakat.

Pendidikan mengenai kebencanaan di sekolah dan masyarakat, kata Jokowi, akan dimulai bulan ini. "Terutama memang di daerah-daerah yang kemungkinan adanya bencana itu besar, baik tanah longsor, gempa, atau tsunami," ujarnya.

Bencana Tsunami menerjang pantai-pantai di lima kabupaten di Banten dan Lampung akibat longsor bawah laut pada 22 Desember lalu. Longsor dipicu erupsi Gunung Anak Krakatau. BNPB (Badan Nasional Penanggulangan Bencana) menyatakan bencana itu menyebabkan 437 orang meninggal. Selain itu terdapat 1.459 orang luka dan 10 orang hilang. Sementara jumlah pengungsi tercatat mencapai 36.923 orang.

TEMPO.CO

Penulis : TEMPO
Editor: TEMPO
Berita Terkait