Lee Jeong Hoon Dukung Keluarga Ayu Ting Ting Cari Haters

Supriyanto Kamis, 28 Juni 2018 05:00:39
Lee Jeong Hoon dan Moa (Seno Susanto / tabloidbintang.com)

TABLOIDBINTANG.COM - Lee Jeong Hoon ikut memberi komentar soal kasus foto wajah Ayu Ting Ting ditempel dengan stiker monyet. Lee menganggap perbuatan netizen sudah kelewat batas dan harus diberi pelajaran.

Lee Jeong Hoon pun mendukung langkah serius orangtua Ayu Ting Ting mencari pelaku untuk menunjukan kepada netizen yang lain.

Ayah Rozak
Ayah Rozak

"Itu enggak benar, misalnya ada orang tua kita, orang tua kalian atau istri, suami, anak kalian diganti itu muka begitu kan, dianggap jadi muka binatang apalagi Ayu kan teman aku. Juga seorang selebriti kalau anak dan orangtuanya lihat pasti kan membuat dia sakit hati gitu. Menurut saya itu parah sih," kata Lee Jeong Hoon di Trans TV, Jl.Tendean, Jakarta Selatan, Rabu (27/6).

Berbeda dengan keluarga Ayu Ting Ting, jika Lee Jeong Hoon atau keluarganya yang menjadi korban, ia bakal langsung menemui netizen tersebut dan melampiaskan emosi.

Ayu Ting Ting (Seno Susanto / tabloidbintang.com)
Ayu Ting Ting (Seno Susanto / tabloidbintang.com)

"Kalau saya sih labrak langsung," tegas Lee Jeong Hoon.

Belajar dari kasus Ayu Ting Ting, Lee Jeong Hoon juga mengingatkan kepada Netizen untuk berpikir cerdas di media sosial. Jangan sampai, melakukan tindakan usil yang akhirnya malah merugikan diri sendiri.

"Sekarang hukum kan sudah untuk IT kan sudah maju. kalau itu kan bisa dihukum beberapa tahun tapi saya enggak hafal, minimal denda satu miliar kalau saya sudah tahu. Maksudnya meskipun media sosial jangan dibuat untuk enteng gitu lho," pungkas Lee Jeong Hoon.

(pri/ray)

Penulis Supriyanto
Editor Panditio Rayendra
Install App Bion
Akses berita dan gosip lebih mudah
Download Aplikasi Android
Google playstore
loading...
YANG INI LEBIH HEBOH
KOMENTAR
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi tabloidbintang.com. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.