Gisella Anastasia Alami Guncangan Psikologis Gara-gara Heboh Video Porno

Supriyanto Kamis, 31 Oktober 2019 10:00:30
Gisella Anastasia dimintai keterangan oleh polisi. (Supriyanto/tabloidbintang.com)

TABLOIDBINTANG.COM - Gisella Anastasia Rabu (30/10) siang diperiksa sebagai pelapor oleh penyidik Polda Metro Jaya terkait penyebaran video porno mirip dirinya.

Usai 3 jam dimintai keterangan, Gisella Anastasia mengatakan fitnah terhadap dirinya sangat mengganggu. Psikologisnya terguncang. Terlebih dirinya sebagai publik figur.

"Dampak kehidupan pribadi sih untungnya enggak. Lebih ke psikologi saja, merasa takut di-judge orang-orang saja," ungkap Gisella Anastasia di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Rabu (30/10).

Gisella Anastasia dimintai keterangan oleh polisi. (Supriyanto/tabloidbintang.com)
Gisella Anastasia dimintai keterangan oleh polisi. (Supriyanto/tabloidbintang.com)

Gisella Anastasia memiliki kekhawatiran, banyak masyarakat awam langsung menilai negatif dirinya saat hoax video porno itu beredar. Meski psikisnya terguncang Gisel belum mau berkonsultasi lebih lanjut kepada psikolog.

"Belum sih, masih bisa ditangani sama diri sendiri. Mendekatkan diri sama Tuhan lagi," kata Gisella Anastasia.

Mantan istri Gading Marten itu menduga ada orang iseng yang sengaja ingin mengambil keuntungan dengan menyebarkan video syur yang mirip dengan dirinya.

"Kayak-nya enggak ada kaitannya sama kehidupan pribadi. Se-random orang iseng. Mungkin cari duit. Nanti kita tanya yah," pungkas Gisella Anastasia.

Gisella Anastasia dimintai keterangan oleh polisi. (Seno/tabloidbintang.com)
Gisella Anastasia dimintai keterangan oleh polisi. (Seno/tabloidbintang.com)

(pri/ari)

Penulis Supriyanto
Editor Ari Kurniawan
Install App Bion
Akses berita dan gosip lebih mudah
Download Aplikasi Android
Google playstore
YANG INI LEBIH HEBOH
loading...
KOMENTAR
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi tabloidbintang.com. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.