Alasan Roy Kiyoshi Cabut Laporan yang Mencatut Namanya untuk Fitnah Ruben Onsu

Supriyanto Jumat, 22 November 2019 16:00:23
Roy Kiyoshi mencabut laporan atas fitnah dan pencemaran nama baik yang dilakukan akun Hikmah Kehidupan. (Ari/tabloidbintang.com)

TABLOIDBINTANG.COM - Roy Kiyoshi, Kamis (21/11) mencabut laporan atas fitnah dan pencemaran nama baik yang dilakukan akun Hikmah Kehidupan. Keputusan Roy Kiyoshi mencabut laporan tersebut dilandasi beberapa pertimbangan.

Henry Indraguna, kuasa hukum Roy Kiyoshi mengungkapkan, kliennya mencabut laporan atas dasar kemanusiaan, tak tega melihat orang tua pelaku.

“Alasannya yang digarisbawahi adalah hal kemanusiaan. Bahwasannya permohonan maaf dari terlapor dan dihadiri orang tuanya. Di situ kita lihat nilai yang tulus sampai nangis mohon maaf. Hati Roy terbuka dan memaafkan," ungkap Henry Indraguna di Polda Metro Jaya, Kamis (21/11).

Roy Kiyoshi (Seno/tabloidbintang.com)
Roy Kiyoshi (Seno/tabloidbintang.com)

Henry juga menyebutkan, pihaknya melihat tidak tidak ada unsur kesengajaan untuk merugikan Roy Kiyoshi.

“Kami tidak menemukan unsur merugikan. Terlapor umur 21 tahun yang melakukan tidak dengan kesengajaan untuk merugikan. Tidak ada kesengajaan dan permintaan maaf yang tulus. Sebagai sesama manusia, sudah jadi kewajiban memberikan maaf yang sebesar-besarnya," kata Henry Indraguna.

“Kalau bisa diselesaikan di mediasi, itu lebih bagus. Tidak mesti masuk ke meja pengadilan dan ada kesepakatan atau perjanjian perdamaian," pungkas Henry Indraguna.

Sebelumnya, pada 14 November 2019 lalu, Roy Kiyoshi melaporkan akun YouTuber Hikmah Kehidupan lantaran mencatut namanya dengan mengatakan usaha Ruben Onsu menggunakan pesugihan.

(pri)

Penulis Supriyanto
Editor Binsar Hutapea
Install App Bion
Akses berita dan gosip lebih mudah
Download Aplikasi Android
Google playstore
YANG INI LEBIH HEBOH
KOMENTAR
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi tabloidbintang.com. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.