Bakal Dipolisikan Komunitas Driver Ojol, Ini Kata Iis Dahlia

Redaksi Sabtu, 21 Desember 2019 16:00:37
Iis Dahlia tak merasa melecehkan profesi driver ojol. (Seno/tabloidbintang.com)

TABLOIDBINTANG.COM - Kasus dugaan penyelundupan barang mewah oleh Direktur Utama Garuda, Ari Askhara, membawa petaka juga bagi keluarga Iis Dahlia.

Suami Iis Dahlia, Satrio Dewandono, dituding dapat bagian dari penyelundupan tersebut. Tak sampai di situ, Iis ikut dikecam karena ucapannya dianggap melecehkan profesi driver ojek online (ojol). 

Komunitas driver ojol yang tergabung dalam Gabungan Aksi Roda Dua (Garda) Indonesia, menganggap Iis Dahlia melecahkan pekerjaan mereka karena membandingkannya dengan profesi pilot. Mereka mengancam bakal membawa masalah ini ke jalur hukum.

Iis Dahlia tak merasa melecehkan profesi driver ojol. (Seno/tabloidbintang.com)
Iis Dahlia tak merasa melecehkan profesi driver ojol. (Seno/tabloidbintang.com)

 

Ancaman itu membuat Iis Dahlia bingung. Sebab, Iis merasa apa yang diucapkannya memang berdasarkan fakta. Ia juga membuat perbandingan itu karena geram terhadap tuduhan masyarakat.

Iis Dahlia kembali menegaskan dan memberi perumpamaan serupa, dengan harapan mereka yang hanya ikut berasumsi, paham bagaimana pekerjaan Satrio Dewandono.

"Kalau saya berbicara ini, saya menanggapi netizen yang bilang suami Iis Dahlia dapet tip besar, dari mana dia taunya? Itu lah makanya saya bilang, pilot itu bukan ojek online, yang kalau udah selesai anterin penumpang dapet tip," kata Iis Dahlia. 

Iis Dahlia tak merasa melecehkan profesi driver ojol. (Seno/tabloidbintang.com)
Iis Dahlia tak merasa melecehkan profesi driver ojol. (Seno/tabloidbintang.com)

(dya/ari) 

Penulis Redaksi
Editor Ari Kurniawan
Install App Bion
Akses berita dan gosip lebih mudah
Download Aplikasi Android
Google playstore
loading...
YANG INI LEBIH HEBOH
KOMENTAR
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi tabloidbintang.com. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.