4 Alasan Yenny Wahid Pilih Dukung Jokowi - Maruf Amin

TEMPO | 27 September 2018 | 10:45 WIB

TABLOIDBINTANG.COM - Yenny Wahid menyatakan mendukung pasangan presiden nomor urut 01, Joko Widodo dan Ma’ruf Amin di pemilihan presiden 2019, sejak Rabu, 26 September 2018 kemarin. Pernyataan dukungan itu disampaikan Yenny di rumah pergerakan Gus Dur di kawasan Kalibata, Jakarta Selatan.

Berikut alasan putri mendiang Abdurahman Wahida alias Gus Dur itu memilih Jokowi-Ma'ruf daripada Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno.

1. Sederhana tapi kaya dalam karya

Menurut Yenny, Jokowi-Ma’ruf merupakan pasangan yang sederhana namun kaya dalam berkarya. Ini merupakan kalimat pamungkas Yenny ketika memutuskan untuk melabuhkan dukungannya pada calon presiden inkumben itu.

"Dua-duanya berfikir dan bertindak sederhana, namun kaya dalam karya. Oleh karena itu, dengan mengucap bismillahirrahmanirrahim, dengan ini kami menyatakan mendukung pasangan nomor satu. Bismiillah Presiden Jokowi akan kembali memimpin Indonesia," ujar Yenny menutup pidatonya.

4. Kemiripan Jokowi dengan Gus Dur

Yenny melihat ada kemiripan antara Jokowi dengan ayahnya, Gus Dur. Menurut Yenny, letak kemiripannya mereka pada gaya kepemimpinannya, sama-sama menghadirkan keadilan sosial dengan cara memenuhi hak-hak dasar rakyat Indonesia. Keduanya juga tidak membeda-bedakan agama, keyakinan, warna kulit, ras, gender, dan status sosial dari rakyat yang dipimpin.

Sikap Gus Dur, Yenny melanjutkan, banyak terilhami oleh figur-figur yang dikaguminya, seperti Mahatma Gandhi yang membela rakyat dengan cara memberdayakan dan tanpa kekerasan. "Sosok seperti Gus Dur dan Gandhi adalah sosok pemimpin yang saat ini dibutuhkan," ujar dia.

2. Pemimpin yang mau ikut gerah

Yenny menyebut Jokowi sebagai pemimpin yang mau ikut gerah. Maksud ucapan Yenny, Jokowi dinilai tidak berjarak dengan masyarakat. Karena bangsa Indonesia sedang susah, menurut Yenny, perlu pemimpin yang berbaur dan berbagi aroma keringat rakyat.

"Pemimpin yang kami rindu adalah pemimpin yang mendengar nurani rakyat. Pemimpin yang tidak berjarak dengan masyarakat. Pemimpin yang tidak canggung memeluk warga dan bersama mereka berbaur dan berbagi aroma keringat," ujarnya.

3. Hubungan dekat keluarga Gus Dur dengan Ma’ruf Amin

Yenny mengatakan keluarganya memiliki kedekatan dengan Ma’ruf Amin dibandingkan dengan kandidat lain. Ia menyampaikan itu saat menerima kunjungan Ma’ruf Amin di kediaman keluarga Gus Dur, di Jalan Warung Sila V, Kelurahan Ciganjur, Jakarta Selatan, pada Rabu pagi, 26 September 2018.

“Dengan Kiai Ma’ruf Amin kami punya hubungan yang baik. Dari semua kandidat yang ada, yang paling kami kenal lama adalah beliau (Ma’ruf) dan keluarga besar NU," ujar Yenny.

TEMPO.CO

Penulis : TEMPO
Editor: TEMPO
Berita Terkait