Kembali Dilantik Jadi Presiden, Jokowi Kenang Momen Tahun Pertama di Istana

Redaksi Senin, 21 Oktober 2019 13:30:09
Postingan Jokowi ini sepertinya masih berkaitan erat dengan isi pidatonya saat pelantikan (Dok. Instagram)

TABLOIDBINTANG.COM - Jokowi dilantik jadi presiden untuk masa jabatan kedua pada Minggu (20/10) kemarin. Untuk masa jabatan kedua ini, Jokowi didampingi wakil presiden Ma'ruf Amin. Pelantikan kali ini tampaknya mengingatkan kembali momen lima tahun lalu saat pertama kali dilantik jadi presiden.

"Di tahun pertama saya di istana, lima tahun lalu, saat mengundang masyarakat untuk halalbihalal, protokol meminta saya untuk berdiri di sebuah titik. Saya ikut. Tahun kedua, halalbihalal lagi, saya diminta berdiri di titik yang sama. Di titik itu lagi. Kali ini saya menolak," tulis Jokowi dalam postingannya.

"Saya bilang ke Menteri Sekretaris Negara, 'ayo pindah lokasi.' Kalau tidak pindah, akan jadi kebiasaan, akan dianggap sebagai aturan dan wajib diikuti."

"Ini contoh kecil kegiatan yang monoton dan rutinitas yang membelenggu. Ada banyak contoh besar di mana kita terjebak dalam rutinitas yang monoton. Padahal, dalam dunia yang sangat dinamis dan yang kompetitif, kita harus terus mengembangkan cara-cara baru. Nilai-nilai baru," tulisnya dalam postingan beberapa jam lalu.

Postingan Jokowi ini sepertinya masih berkaitan erat dengan isi pidatonya saat pelantikan. Pada kesempatan itu Jokowi mengatakan, dalam dunia yang penuh risiko, sangat dinamis, kompetitif, kita harus terus mengembangkan cara-cara baru, nilai-nilai baru. Jangan sampai kita terjebak dalam rutinitas yang monoton.

"Karena itulah, saya ingin para menteri kabinet yang terpilih nanti, datang dengan pikiran yang inovatif, produktif, bekerja keras dan cepat," tulisnya lagi.

Penulis Redaksi
Editor Suyanto Soemohardjo
Install App Bion
Akses berita dan gosip lebih mudah
Download Aplikasi Android
Google playstore
YANG INI LEBIH HEBOH
loading...
KOMENTAR
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi tabloidbintang.com. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.