Keluarga Yakin Millendaru atau Millen Cyrus Tidak Bersalah

Supriyanto Senin, 1 Maret 2021 19:30:23
Millen Cyrus masih menjalani pemeriksaan di Ditres Narkoba Polda Metro Jaya setelah dinyatakan positif narkoba jenis benzo. (Seno/tabloidbintang.com)

TABLOIDBINTANG.COM - Millendaru atau Millen Cyrus masih menjalani pemeriksaan di Ditres Narkoba Polda Metro Jaya setelah dinyatakan positif narkoba jenis benzo. Ia diamankan bersama dua temannya di Kafe Brotherhood, Jakarta pada Sabtu (27/2).

Globantara Ibrahim, kakak Millendaru mengatakan, kali ini adiknya tidak bersalah. Menurut Globantara, Millen konsumsi obat yang mengandung benzo atas anjuran dokter kesehatan.

"Kalau misalnya ini kan, kalau kemarin mungkin karena dia begitu (salah menggunakan narkoba), kalau sekarang kan posisinya dia nggak salah," tegas Globantara saat ditemui di Polda Metro Jaya, Minggu (28/2).

Millen Cyrus (Ari/tabloidbintang.com) (
Millen Cyrus (Ari/tabloidbintang.com) (

Gilang, asisten Milllen juga menjelaskan usai masa rehabilitasi pada kasus sebelumnya, keponakan Ashanty itu memang diberi obat yang terdapat zat benzodiazepine.

"Yang awal dia kan memang salah, kalau ini kan ibaratnya dia positif tapi emang ibaratnya dia punya pegangan emang itu disarankan oleh dokter dan dia punya resepnya," tutur Gilang.

Globantara pun memastikan saat Millen terkena razia, dirinya juga berada tak jauh dari sana. Bahkan ia sendiri yang mengantar Millen ke kafe Brotherhood.

"Saya sebenarnya dekatan kan sama Millen kemarin. Saya lagi di daerah situ juga di Al Azhar, nah Millen di sana," tegas Globantara.

"Saya yang anterin ke sana, terus dikasih kabar kalau ada operasi protokol kesehatan. Terus biasa lah, protokol kesehatan gitu-gitu, ternyata ada positif benzo," pungkas Globantara Ibrahim.

(pri)


Penulis Supriyanto
Editor Binsar Hutapea
Install App Bion
Akses berita dan gosip lebih mudah
Download Aplikasi Android
Google playstore
YANG INI LEBIH HEBOH
KOMENTAR
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi tabloidbintang.com. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.