Cerita Haviza Devi Anjani Kasting Naik-Turun Angkutan Umum

Indra Kurniawan Minggu, 15 November 2015 07:10:08
Haviza Devi Anjani (Markuat/tabloidbintang.com)

TABLOIDBINTANG.COM - AKTING adalah dunia baru bagi Devi. Mengawali karier sebagai model sejak duduk di bangku SD—ia rajin mengikuti lomba-lomba modeling di Medan—langkah Devi ke dunia hiburan terbuka lebar setelah menjadi pemenang Miss Celebrity (MiCel) kategori Best Skin pada ajang Miss Celebrity 2012 yang dihelat SCTV.

“Aku enggak menyangka menang kategori Best Skin. Aku ikut MiCel disuruh agensi aku di Medan. Katanya aku sudah harus melangkah ke jenjang yang lebih tinggi,” kenang Devi. Sebagai salah satu pemenang, Devi dikontrak satu tahun. Ia pindah ke Jakarta, tidak sanggup bolak-balik Medan-Jakarta.

Kasting demi kasting ia ikuti selama satu tahun menjalani masa kontrak.

“Naik apa saja pernah. Bajaj, pernah. Metromini, pernah. Kopaja, pernah. Kalau naik taksi mahal. Apalagi aku harus pindah-pindah lokasi. Dalam sehari aku bisa bisa kasting di beberapa tempat,” kisahnya.

“Awalnya, si risih (menggunakan angkutan umum). Tapi lama-kelamaan terbiasa. Panas, debu, aku enggak takut. Alhamdulillah sekarang enggak naik (angkutan umum) itu lagi,” beber Devi yang sudah punya mobil dari hasil jerih payahnya. 

Tidak pernah lolos kasting selama satu tahun kontrak dengan SCTV, rezeki menghampiri ketika kasting di rumah produksi SinemArt. Ia mendapat peran dalam sinetron Ayah, Mengapa Aku Berbeda? dan Siti Bling-Bling.

“Di SCTV aku sering ikut kasting ini-itu. Cuma belum rezeki. Ternyata begitu selesai kontrak (dengan SCTV), aku kasting di SinemArt langsung dapat sinetron. Rezekiku mungkin memang di sini. Aku merasa nyaman di sini,” ujar pemeran Fizha dalam Siti Bling-Bling. 

(ind/gur)

Penulis Indra Kurniawan
Editor Tubagus Guritno
YANG INI LEBIH HEBOH
loading...
KOMENTAR
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi tabloidbintang.com. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.