Sebelum Jadi Artis, Jennifer Coppen Mendapat Nasihat Ini dari Ayahnya

Wayan Diananto Minggu, 27 Januari 2019 14:30:31
Jennifer Coppen membintangi film horor Tembang Lingsir. (Foto: Seno Susanto)

TABLOIDBINTANG.COM - Jennifer Coppen (17) membuktikan dirinya bukan artis penebar sensasi. Ia ingin dikenal lewat karya dan prestasi. Setelah meluncurkan film Generasi Micin Vs Kevin tahun lalu, Jennifer Coppen merilis film horor Tembang Lingsir karya Rizal Mantovani. Dalam film itu, ia beradu akting dengan Marsha Aruan. Saat mempromosikan film Tembang Lingsir, Jennifer Coppen terkenang ayahnya.

"Papa sejak awal mengingatkan saya bahwa pekerjaan ini, yakni jadi seniman, harus dijalani dengan serius. Dengan penghasilan yang sekarang, waktu akan tersita untuk bekerja. Saya ingat betul Papa pernah bilang begini, 'Bisa jadi kamu enggak bisa mendatangi ulang tahun sahabat karena bekerja atau enggak bisa merayakan ulang tahun bareng pacar karena kamu masih di lokasi syuting," cerita Jennifer Coppen kepada tabloidbintang.com di Jakarta, pekan ini.

Jennifer Coppen menambahkan, "Kemarin saat semua orang merayakan tahun baru dengan kembang api, saya syuting. Ini kali pertama saya tahun baru di lokasi syuting sampai pagi. Papa bertanya, 'Apa kamu sanggup?' Saya sanggup. Inilah konsekuensi pekerjaan. Di lokasi syuting, saya belajar dewasa. Awalnya stres karena di sekolah ada ujian, di lokasi syuting ada pekerjaan."

Seiring waktu, Jennifer Coppen belajar mengontrol emosi, mengatur waktu, dan bertanggung jawab terhadap pekerjaan. Kali pertama ia berakting di sinetron Romeo dan Juminten bersama Naysila Mirdad dan Mieke Amalia. "Sejak itu, saya merasa panggilan hati saya adalah akting," Jennifer Coppen mengakhiri perbincangan.

Penulis Wayan Diananto
Editor Wayan Diananto
Install App Bion
Akses berita dan gosip lebih mudah
Download Aplikasi Android
Google playstore
loading...
YANG INI LEBIH HEBOH
KOMENTAR
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi tabloidbintang.com. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.