Rendy Pandugo, Penggemar Sheila on 7 Garis Keras

Wayan Diananto Sabtu, 14 Oktober 2017 11:30:22
Rendy Pandugo, Penggemar Sheila on 7 Garis Keras (Bambang / tabloidbintang.com)

TABLOIDBINTANG.COM - Rendy Pandugo (32) melambung setelah menyanyikan kembali “Sebuah Kisah Klasik.” November 2016, ia melahirkan “I Don't Care”. Tembang itu meledak, menjadi simbol patah hatinya laki-laki.

Sakit hati ala “I Don't Care” berbaur dengan amarah, cuek, dan pernyataan sikap bahwa perempuan mesti sadar diri saat hubungan cintanya tak terselamatkan.

Siapa Rendy?

Solois kelahiran 7 Mei ini dulu personel duet Dida. Rendy jadi vokalis dan gitaris sementara personel lainnya, Iddo Pradananto, membetot bas.

Bersama Dida, Rendy melepas album Duography. Sayang, album kalah pamor dengan album para boy band yang kala itu menjamur. Pada 2014, Rendy menempuh jalur solo.

Setahun kemudian, ia teken kontrak dengan Sony Music. Sebagai salam perkenalan dengan pencinta musik, pertengahan 2016 ia merilis single “Sebuah Kisah Klasik”, milik Sheila on 7.

“Waktu itu saya ditanya pihak Sony Music, 'Apa kamu mau menyanyikan kembali lagu yang pernah hit?' Saya mau asalkan Sheila on 7. Mereka mengizinkan dengan catatan tidak menyanyikan hit Sheila on 7 yang sangat terkenal,” cerita Rendy di kantor Bintang, Jakarta, pekan lalu.

Rendy Pandugo, Penggemar Sheila on 7 Garis Keras (Bambang / tabloidbintang.com)
Rendy Pandugo, Penggemar Sheila on 7 Garis Keras (Bambang / tabloidbintang.com)

Rendy mengecek diskografi band asal Kota Gudeg itu. Pilihannya jatuh pada dua nomor lawas, “Sebuah Kisah Klasik” dan “Pria Kesepian.” Ia membuat aransemen baru lalu menyampaikan demonya kepada perusahaan rekaman.

“Sebuah Kisah Klasik” yang terpilih. 

“Saya senang karena lagu ini menggambarkan harunya perpisahan dengan sahabat. Lewat lagu ini pula saya merasakan asyiknya barkarier solo. Jujur, saya penggemar berat Sheila on 7. Musik mereka easy listening, enggak banyak basa-basi. Liriknya langsung nampol ke kuping pendengar. Kualitas musik mereka sederhana tapi spesial di tengah band yang waktu itu tampil dengan lirik puitis dan kaya akan perumpamaan,” ulas Rendy panjang. 

“Sebuah Kisah Klasik” menjadi kata pengantar sebelum album The Journey hadir. Album ini diapresiasi positif. Tak sampai 10 jam setelah rilis, The Journey bertengger di puncak tangga lagu iTunes. Kesuksesan ini didapat setelah melewati proses panjang. 

 

(wyn / gur)

 

Penulis Wayan Diananto
Editor Tubagus Guritno
YANG INI LEBIH HEBOH
loading...
KOMENTAR
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi tabloidbintang.com. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.