Band Cokelat Sempat Galau Pilih Aliran Musik yang Kekinian

Ari Kurniawan Kamis, 31 Maret 2016 09:55:35
COKELAT Band

TABLOIDBINTANG.COM - Juli 2016 mendatang, band Cokelat genap berusia 20 tahun. Sebuah perjalanan yang cukup panjang untuk sebuah grup musik di Indonesia.

Selama dua dekade, band yang mulai dikenal lewat album kompilasi "Indie Ten" (1998), itu mengalami banyak sekali dinamika. Salah satunya bongkar pasang personel.

Yang paling dirasakan penggemar barangkali adalah keputusan Kikan, sang vokalis sekaligus motor grup, untuk hengkang pada Maret 2010. Dan tak lama kemudian disusul Ervin Syam Ilyas sang drummer (drummer).

Cokelat kini diperkuat tiga personel, yakni Jackline Rossy (vokal), Ronny (bass) dan Edwin (gitar).

Baca: Kikan Kaget Saat Diminta Gantikan Tantri

Dalam perjalanannya, mereka juga sempat dirundung galau tentang warna musik yang hendak diusung. Ini terjadi ketika Ronny dan Edwin bermaksud untuk beradaptasi dengan musik yang lebih kekinian.

"Kami sempat mikir bawain yang aneh-aneh kayak britpop hingga electro. Namun teman teman ngasih masukan supaya Cokelat tetap mengusung rock alternatif yang kuat. Soalnya formula Cokelat ya emang kayak gitu," kata Edwin, di Kemang, Jakarta Selatan, Rabau (30/3).

Menjelang hari jadi yang ke-20, Cokelat bangun dari tidur panjangnya dengan meluncurkan album baru yang diberi judul #Like!.

Bagi Edwin, album kali ini terasa berbeda karena dia dan teman-teman bisa lebih banyak terlibat, baik dalam hal kreatif maupun teknis.

"Kami terlibat langsung apa pun prosesnya, mulai dari rekaman, sampai nyari tempat buat rilis. Benar-benar seru. Nanti kami juga akan ada direct selling, jualan langsung ke masyarakat," cerita Edwin.

 

(ari/gur)

 

Penulis Ari Kurniawan
Editor Tubagus Guritno
Install App Bion
Akses berita dan gosip lebih mudah
Download Aplikasi Android
Google playstore
YANG INI LEBIH HEBOH
loading...
KOMENTAR
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi tabloidbintang.com. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.