Ini Alasan Pengabdi Setan Hanya Tayang Via Digital Tanpa DVD

Andira Putri Selasa, 20 Pebruari 2018 09:30:10
Pengabdi Setan (dok Rapi Films)

TABLOIDBINTANG.COM - Film Pengabdi Setan siap kembali menghantui Anda. Pengabdi Setan dijadwalkan tayang dalam versi digital lewat layanan streaming iflix.

Saat ini, digital merupakan satu-satunya cara publik untuk bisa menyaksikan Pengabdi Setan lagi. Sutradara Pengabdi Setan, Joko Anwar, serta produser Sunil Samtani sepakat untuk tidak merilis film horror tersebut dalam bentuk DVD.

Ada beberapa faktor yang mempengaruhi keputusan mereka. Faktor pertama adalah ketiadaan distributor. “Kayaknya DVD susah keluar karena distributor udah nggak ada. Aku bilang lebih baik platform streaming karena kapan aja dan di mana aja bisa nonton,” kata Joko Anwar, dalam konferensi pers di Tugu Kunstkring Paleis, Menteng, Jakarta Pusat, Senin (19/2).

Jumpa pers film Pengabdi Setan. (Andira/tabloidbintang.com)
Jumpa pers film Pengabdi Setan. (Andira/tabloidbintang.com)

Faktor selanjutnya adalah pembajakan. Tim produksi Pengabdi Setan merasa dirugikan dengan isu tersebut. “Kita rilis DVD terus di-copy. Saya merasa sayang aja karena krunya udah kerja keras terus di-copy. Kalau dibajak, resolusi turun. Experience nontonnya udah beda,” ujar Produser Eksekutif Rapi Film ini.

Pihak iflix sendiri menyambut baik penayangan Pengabdi Setan versi digital. Bahkan mereka yakin Pengabdi Setan bisa meraih pencapaian baik. “Horor disambut sangat baik di Indonesia serta iflix. Saya percaya Pengabdi Setan bisa menjadi film nomor satu lagi di iflix,” tambah Galvin Marne selaku Head of Marketing iflix Indonesia.

Pengabdi Setan tayang perdana di iflix pada Jumat (23/2) pukul 00.00 WIB.

(dira/ari)

Penulis Andira Putri
Editor Ari Kurniawan
Install App Bion
Akses berita dan gosip lebih mudah
Download Aplikasi Android
Google playstore
loading...
YANG INI LEBIH HEBOH
KOMENTAR
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi tabloidbintang.com. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.