Sinopsis Fitri ANTV Hari Ini Selasa 17 September 2019 Episode 98

Panditio Rayendra Selasa, 17 September 2019 13:00:35
Sinopsis Fitri ANTV Hari Ini Selasa 17 September 2019 Episode 98

TABLOIDBINTANG.COM - Sinopsis Fitri ANTV Hari Ini Selasa 17 September 2019 Episode 98

Mobil IVAN membuntuti mobil yang dikendarai RASYA dan PIPIT lalu menabraknya dari belakang agar mobil keluar jalur dan terjadi kecelakaan. Mobil Rasya hilang kendali dan berputar setelah ditabrak lagi tapi RASYA berhasil mengendalikan mobilnya hingga IVAN melarikan diri melihat RASYA lolos dari kejadian tersebut. RASYA dan PIPIT sampai di Villa bersamaan dengan datangnya FITRI dan keluarga. DIRA lalu mengajak FITRI dan keluarga masuk ke Villa. RASYA mencari PIPIT. Ternyata PIPIT sedang memarahi DENI yang hampir membunuhnya. PIPIT tahu orang yang menabrak mobil RASYA adalah orang suruhan DENI. RASYA melihat PIPIT bicara dengan seseorang yang terhalang wajahnya dan RASYA curiga kalau orang tersebut adalah orang yang memanfaatkan PIPIT terlibat dalam rencananya. RASYA menghampiri tapi saat tiba di tempat PIPIT sebelumnya sudah tidak ada siapa-siapa. PIPIT sedang bersama FITA. DENI sembunyi di balik semak dan tahu RASYA mulai curiga. Dira sibuk mempersiapkan acara tapi SELLY membuatnya kesal. DENI menyuruh FITRI dan keluarga untuk bersikap normal dan bahagia dan membantu DIRA mempersiapkan acar agar tidak terlihat seperti orang lain.

 

FITRI lalu membuat kue untuk acara tersebut. ALFIAN mencium aroma kue mengingatkannya pada FITRI istrinya yang hilang selama ini. RASYA yang penasaran lalu bertanya pada PIPIT bicara dengan siapa tadi. PIPIT bilang bicara dengan Fita adiknya lalu meninggalkan RASYA untuk membantu FITRI bikin kue. Acara selamatan untuk kembalinya RASYA dimulai dan RASYA dan PIPIT bersikap romantis hingga membuat DENI cemburu. FITRI tidak kuat melihat PIPIT terjebak dalam kondisi seperti itu lalu kembali ke dapur diikuti FITA yang menenangkannya.  ALFIAN datang ke dapur dan ALFIAN memuji cara FITRI membuat kue. FITRI menawarkan kue bikinannya kepada ALFIAN lalu FITRI dan FITA pergi ke depan mengantar kue. ALFIAM mencoba kue dan tiba-tiba ALFIAN merasa sangat familiar dengan kue tersebut, dan memicu ingatannya tentang FITRI dengan wajah yang masih belum jelas. DENI melihat LIA datang lalu menarik LIA yang bisa mengacaukan rencananya dan menyuruh LIA pergi dan janji akan menelponnya. ELLA mengajak RASYA dan PIPIT ke samping agar mereka bicara berdua untuk mengembalikan ingatan RASYA. RASYA bilang bagaimana kalau sambil naik motor karena RASYA menyukai naik motor. ELLA menyuruh mereka melakukannya. RASYA berpikir kalau mereka cuma berdua, PIPIT pasti mau menjawab jujur soal masalah pernikahan mereka.

Sinopsis Fitri ANTV Hari Ini Selasa 17 September 2019 Episode 98

DENI menelpon IVAN dan memintanya menyiapkan motor. RASYA naik motor memboncengi PIPIT yang canggung untuk memeluk pinggang RASYA. RASYA memainkan rem hingga PIPIT ketakutan dan terpaksa memeluk pinggang RASYA. RASYA meminta PIPIT melakukan kebiasaannya membentangkan tangan seperti seekor lebah di motor. DENI dan teman-temannya yang semua memakai full helm datang dengan mengendarai motor seperti genk motor lalu muncul di belakang motor RASYA. DENI jadi cemburu karena PIPIT melakukan kebiasaan disaat bersama dirinya jika naik motor. Semenara itu FITRI khawatir dengan keselamatan PIPIT lalu FITA datang dan akan mencari ARIEL.

 

Sementara ARIEL yang sedang membantu membersihkan dapur di olok-olok oleh SURYA tapi ALFIAN datang dan membelanya hingga SURYA pergi. FITA datang memanggil ARIEL.  FITRI menyetujui saat ARIEL pergi mau mencari PIPIT.

 

RASYA memberi jalan genk motor tapi mereka malah mengelilingi/menyalib motor RASYA. RASYA menghentikan motornya tapi anak-anak genk motor memukulinya dan DENI menarik PIPIT. PIPIT berontak dan berteriak minta tolong hingga warga dan ARIEL yang tiba di lokasi datang membantu. DENI dan genk motornya pergi meninggalkan lokasi.

 

FITRI sangat khawatir dan tegang menunggu kepulangan PIPIT hingga FITRI kesulitan bernafas. DIRA datang dan membawa FITRI masuk rumah. RASYA dan PIPIT pulang dan PIPIT cemas dengan kondisi mamanya. DIRA meminta RASYA memanggil ELLA untuk memeriksa FITRI. ELLA datang dan memeriksanya lalu memberi obat dan mnyuruh FITRI beristirahat. RASYA melihat kalau FITRI sangat ketakutan terjadi apa-apa pada PIPIT. RASYA melihat kedekatan mereka dan menyimpulkan kalau mereka keluarga baik-baik dan ada yang memanfaatkan mereka demi tujuan tertentu. RASYA penasaran siapa orang tersebut.

 

DENI mendatangi apartemen LIA dimana SELLY dan SURYA sudah menunggu. SELLY dan SURYA mengajak DENI bekerjasama menyingkirkan RASYA. DENI setuju.

 

ALFIAN/DAFI yang tahu PITRI sesak nafas lalu menanyakan kondisi FITRI pada ELLA. ELLA bingung kenapa DAFI mau tahu. DAFI bilang kue pemberian FITRI memicu ingatannya mungkin itu bisa mengembalikan ingatannya. ELLA tampak sangat khawatir mendengarnya.

 

Malamnya RASYA bingung karena PIPIT tidak ada di kamar dan tidak tidur dengannya. PIPIT menghindar ke dapur tapi bertemu DIRA yang mengajaknya ke kamar. PIPIT dan RASYA canggung tidur satu tempat tidur lalu PIPIT berencana mau tidur bersama FITRI dan FITA. RASYA mencegahnya biar dirinya yang tidur di ruang tamu, bersama ARIEL. ARIEL melihat RASYA jauh berbeda dengan DENI. ARIEL merasa berdosa mereka mau mengikuti permainan DENI membohongi RASYA yang baik. DENI yang baru pulang melihat RASYA tidur di ruang tamu bersama ARIEL lalu mau memanfaatkan kesempatan menggoda PIPIT lalu masuk ke kamar RASYA. PIPIT menolaknya lalu mengusir DENI keluar kamar. DIRA yang baru keluar dari toilet melihat DENI keluar dari kamar RASYA jadi curiga.

 

Sementara DAFI bermimpi bertemu FITRI hingga tidur gelisah dan jatuh dari tempat tidur.

 

Pipit bangun pagi dan membuat sarapan untuk semua. DENI diam-diam memeluknya dari belakang hingga PIPIT kaget dan teriak. RASYA dan ARIEL terbangun mendengar teriakan PIPIT. RASYA langsung lari ke dapur diikuti ARIEL dan berpapasan dengan DIRA yang juga sedang menuju ke dapur. PIPIT berhasil lepaskan diri dari pelukan DENI tapi dirinya terkena percikan minyak panas hingga terjatuh dan kakinya menjadi sakit. RASYA datang dan menjadi khawatir lalu membawa PIPIT ke kamar dan mencoba mengobati PIPIT dengan perhatian hingga membuat hati PIPIT tersentuh. Sementara DIRA melihat DENI yang diam-diam mau mengikuti RASYA ke kamarnya lalu menegurnya. DIRA peringatkan DENI agar jangan menganggu PIPIT karena dia istri RASYA. RASYA bergegas memanggil ELLA untuk memeriksanya. ELLA melihat RASYA sanat khawatir pada PIPIT walaupun dirinya tidak ingat sudah menikah dengan PIPIT. RASYA mengobati PIPIT dibantu ELLA dan DENI mengintip dari kejauhan dengan cemburu. SURYA datang dan mengingatkan agar DENI jangan ceroboh yang bisa merusak rencana mereka.

 

RASYA melihat PIPIT sakit mau melakukan sesuatu untuk PIPIT. RASYA bertanya pada FITA apa makanan kesukaan PIPIT karena RASYA akan memasak untuk PIPIT. FITA terharu dengan kebaikan RASYA dan FITRI yang mendengar juga menjadi menangis sedih dengan perhatian RASYA yang baik kepada PIPIT, dan mereka sudah membohonginya. FITRI lalu menemui PIPIT di kamar dan FITRI mengatakan kalau mereka harus mengakhiri semua ini karena RASYA orang sopan dan baik tidak sepatutnya mereka bohongi sesuai kemauan Deni. RASYA datang ke kamar membawakan sepiring nasi goreng kesukaan PIPIT dan meminta PIPIT sarapan. PIPIT makan dan tersedak lalu RASYA memberikannya segelas air.

 

ARIEL juga bingung dan mau menelpon BAMA tapi diurungkannya karena ARIEL sudah berjanji melindungi FITRI, FITA dan PIPIT dan dia akan membuktikannya.RASYA keluar dari kamar dan ARIEL menemuinya mau membicarakan sesuatu. Deni diam-diam mengetahuinya. RASYA mengajak ARIEL bicara di dapur. RASYA melangkah pergi diikuti ARIEL. DENI menarik ARIEL ke halaman belakang dan ingatkan agar jangan bicara macam-macam yang bisa bocorkan rencana dan mengancam ARIEL kalau DAFI ada di tangannya. RASYA mencari ARIEL dan bertemu dengan SURYA yang meledek RASYA soal PIPIT yang kecelakaan kecil di dapur. ARIEL menghindar tidak jadi menemui RASYA karena ancaman DENI tapi ARIEL bertemu ALFI yang meminta ARIEL agar mau mengajak FITRI menemuinya untuk bicara soal bisnis kue bikinan FITRI. Sementara DENI berencana memperingatkan PIPIT melangkah ke kamar RASYA. FITRI melihatnya dan mau bicara sesuatu dengan DENI tapi DENI berhasil mengecohnya hingga FITRI tidak berhasil bicara. FITRI terus mencari DENI mau menyudahi semua persekongkolan dengan DENI tapi ARIEL menemuinya dan bilang ada seseorang yang mau bertemu FITRI mau membantu bisnis kue FITRI. ARIEL mengajak FITRI pergi menemui orang tersebut.

 

DENI berhasil mendekati kamar RASYA dan di dalam RASYA sedang bertanya pada PIPIT apakah benar PIPIT adalah istrinya. PIPIT malah meminta RASYA menceraikannya. Sementara DAFI yang menunggu kedatangan FITRI tampak gelisah dan jantungnya berdegub kencang. FITRI penasaran siapa yang akan ditemuinya karena ARIEL merahasiakannya. ARIEL dan FITRI sampai di lokasi tapi ALFIAN tidak ada. ALFIAN dan ELLA harus kembali ke Rumah Sakit karena tenaga ELLA dibutuhkan di Rumah Sakit. Lalu AlFIAN memberi pesan pada ARIEL tentang hal tersebut.

 

RASYA kaget dengan permintaan cerai Pipit dan menjadi panik karena kalau sampai terjadi maka dia tidak bisa mengetahui siapa dalang masalah ini semua. Rasya curiga ada yang menguping pembicaraan mereka. Deni buru-buru pergi masuk kamarnya. FITRI lalu keluar kamar dan mau pergi dari semua permasalahan ini dan kabur ke belakang Villa lewat hutan. Rasya mencari-cari Pipit tapi tidak ketemu. Dira bertanya apa mereka habis bertengkar hingga Pipit ngambek lalu kabur. Rasya mengiyakan. Semua orang lalu mencari Pipit di sepenjuru Villa. Surya merasa Pipit lari melwati hutan yang ada di belakan Villa. Rasya yang khawatir langsung lari ke dalam hutan mencari Pipit. DIRA meminta Deni dan Surya untuk membantu Rasya mencari Fitri. Ariel yang mau ikut mencari disuruh Surya untuk menjaga para wanita di Villa, lalu Surya dan Deni menyusul Pipit ke hutan.

 

Pipit yang kakinya masih sakit mulai kedinginan karena kabut mulai turun dan mulai gelap. Pipit terperosok hingga jatuh ke dasar jurang. Teriakan Pipit di dengar Rasya yang langsung menuju arah teriakan tapi Rasya tidak bisa menemukan Pipit yang pingsan. Deni dan Surya juga mendengar teriakan Pipit dan melihat Rasya berlari menghampiri asal suara lalu keduanya membuat jebakan untuk menyergap dan menghabisi Rasya.  ARIEL yang diam-diam mau membantu mencari Pipit dicegah Selly yang mengatakan kalau sebaiknya Ariel mengkhawatirkan Fitri dan Fita karena itu tanggung jawab Ariel menjaga mereka. Rasya dijebak hingga terjatuh dan dipukul kayu oleh Deni dan Surya yang memakai penutup wajah hingga Rasya terjatuh ke dasar jurang. Rasya mendengar suara penyerangnya bicara soal Pipit. Rasya yakin mereka adalah orang yang memanfaatkan Pipit selama ini. Rasya mau bangun tapi jatuh kembali dan pingsan. Sementara Pipit siuman dan sadar dari pingsan lalu berusaha bangun dan mencari jalan keluar dari hutan.

 

Ariel yang masih mau membantu mencari Pipit dicegah Surya yang lalu mengancamnya akan membunuh Dafi dan dirinya jika Ariel berani pergi ke hutan. Surya mendorongnya kembali ke Villa. Fitri bertanya apakah mereka menemukan Pipit. Surya beralasan kabutnya terlalu tebal hingga tidak menemuka Pipit. FITRI marah dan mengatakan kalau Surya membenci Pipit dan pasti dia tidak mau Pipit ditemukan. Fitri berkeras akan ke hutan mencari Pipit. Fitri dikejar, Fita, Ariel dan Dira dan mencegahnya

 

Pipit menemukan tubuh Rasya yang tergeletak dan Rasya yang baru sadar menganggap bertemu malaikat cantik. Pipit memapah Rasya cari tempat perlindungan karena melihat Deni datang mencari mereka. Fitri yang khawatir meminta Dira untuk menelpon tim penyelamat untuk membantu pencarian Pipit karena suasana sudah mulai berkabut dan semakin gelap. Selly dan Surya kaget lalu SELLY menyuruh SURYA untuk kembali ke hutan dan membunuh Rasya dan Pipit secepatnya.

Sinopsis Fitri ANTV Hari Ini Selasa 17 September 2019 Episode 98

Penulis Panditio Rayendra
Editor Panditio Rayendra
Install App Bion
Akses berita dan gosip lebih mudah
Download Aplikasi Android
Google playstore
YANG INI LEBIH HEBOH
loading...
KOMENTAR
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi tabloidbintang.com. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.