Jika Tak Lakukan Ini, Angelina Jolie Bisa Kehilangan Hak Asuh Keenam Anaknya

Yuriantin Kamis, 14 Juni 2018 06:00:23
Angelina Jolie (Deposit Photos)

TABLOIDBINTANG.COM - Sejak melayangkan gugatan cerai dua tahun silam, proses perceraian Angelina Jolie dan Brad Pitt masih berlangsung hingga kini. Yang terbaru, putusan pengadilan mewajibkan keenam anak pasangan ini wajib memiliki waktu bersama ayahnya. 

Hakim dalam perkara ini menyebutkan penting bagi keenam anak Angelina Jolie dan Brad Pitt memiliki hubungan yang sehat dan kuat dengan ayah dan ibunya. Seperti diketahui, keenam anak ini lebih banyak menghabiskan waktu dan tinggal bersama Angelina Jolie. 

"Jika anak-anak ini tetap tidak bisa berhubungan dengan ayah mereka dan dengan mempertimbangkan fakta-fakta dalam kondisi ini, hal ini bisa berdampak pada pengurangan waktu bersama (bagi Angelina Jolie dengan anak-anaknya) dan dapat mengakibatkan pengadilan memberi hak asuh fisik (kepada Brad Pitt)," bunyi tulisan dalam berkas pengadilan tersebut. 

Hakim juga menganjurkan Angelina Jolie untuk memberi nomor telepon setiap anak dan mengizinkan Brad Pitt menelepon setiap saat. Angelina Jolie juga tidak diperbolehkan membaca pesan yang dikirim Brad Pitt atau pun mengawasi panggilan Brad Pitt kepada anak-anaknya.  

Pengadilan juga menjadwalkan waktu kelima anak ini bersama dengan ayahnya selama musim panas ini dari awal Juni hingga Juli. Jadwal ini tak berlaku bagi Maddox, anak tertua Angelina-Brad yang telah menginjak usia 16 tahun. Dalam beberapa pertemuannya, Brad Pitt harus didampingi dengan terapis anak.  

Angelina Jolie dan Brad Pitt memiliki 6 anak yaitu Maddox (16), Pax (14), Zahara (13), Shiloh (12), kembar Vivienne, dan Knox (9). Angelina Jolie mendaftarkan gugatan cerai pada 19 September 2016 lalu. 

(yuri/ari)

Penulis Yuriantin
Editor Ari Kurniawan
YANG INI LEBIH HEBOH
loading...
KOMENTAR
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi tabloidbintang.com. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.