Tak Terima Tanah Kelahirannya Dihina, Andika Kangen Band Laporkan Selebgram Ini

Supriyanto Rabu, 19 Juni 2019 04:00:23
Andika Kangen Band didampingi tim kuasa hukumnya mendatangi Polda Metro Jaya, Selasa (18/6) sore. (Seno/tabloidbintang.com)

TABLOIDBINTANG.COM - Andika Kangen Band didampingi tim kuasa hukumnya mendatangi Polda Metro Jaya, Selasa (18/6) sore. Vokalis yang dikenal sering berganti pacar itu melaporkan selebgram Berlliana Lovell karena dinilai telah menghina Lampung, kampung halamannya.

Tiba sekitar pukul 17.50 WIB, Andika Kangen Band langsung dikerumuni wartawan. Di sana, pelantun "Yolanda" mengungkap kekesalannya kepada selebgram yang dilaporkan.

"Makanya kalau dia viral minta maaf lah. Coba alergi enggak, ya dia harus tau ada 31 suku di Lampung. Dia suku mana, Jawa? Banyak orang Jawa di Lampung. Lampung itu luas," ujar Andhika Kangen Band di SPKT Polda Metro Jaya, Jakarta.

Berlliana Lovell  (Instagram)
Berlliana Lovell  (Instagram)

Andika Kangen Band menuntut Berlliana Lovell untuk meminta maaf dan mengklarifikasi perkataanya.

"Kalo dia ngomong kita binatang buas segala macam, mana permintaan maafnya ngomong dong," tutur Andika Kangen Band.

Andika Kangen Band tak terima tanah kelahirannya dihina. Ia mengaku tindakannya mendapatkan dukungan dari tokoh adat di Lampung.

"Gua bicara etika Bos, ya harus minta maaf dulu sama tokoh di Lampung, sama raja-raja di Lampung, mereka pada marah," kata Andika Kangen Band.

"Tokoh adat Lampung nge-dorong saya. Kalo saya maju, yang lain lapor juga, jadi lapor semua orang Lampung. Selama ini kan gua biasa aja, di-cengin, di-bully, biasa aja gua. Tapi kalo udah Lampung, oh bahaya bos. Harusnya dia menghargai lah, bahwasannya Lampung itu luas," pungkas Andika Kangen Band.

(pri/bin)

Penulis Supriyanto
Editor Binsar Hutapea
Install App Bion
Akses berita dan gosip lebih mudah
Download Aplikasi Android
Google playstore
YANG INI LEBIH HEBOH
loading...
KOMENTAR
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi tabloidbintang.com. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.