Vernita Syabilla akan Laporkan Netizen yang Melecehkannya

Supriyanto Senin, 21 Desember 2020 02:00:01
Vernita Syabilla. (Seno/tabloidbintang.com)

TABLOIDBINTANG.COM - Vernita Syabilla diamankan oleh Polresta Bandar Lampung bersama seorang pria dalam sebuah kamar hotel pada 28 Juli 2020. Ia diduga melakukan praktik prostitusi online.

Meski membantah, Vernita Syabilla tetap mendapat cap negatif. Sampai sekarang pemain FTV itu masih menerima hujatan, bully hingga pelecehan salah satunya ada netizen yang menyinggung soal alat vitalnya.

"Jadi dia (netizen) itu komen di kolom komentar foto aku pas posting. Dia bilang dia pernah tidur sama aku. Terus ngatain gitulah," ujar Vernita Syabila di kawasan Tebet, Jakarta Selatan, belum lama ini.

Vernita Syabilla. (Seno/tabloidbintang.com)
Vernita Syabilla. (Seno/tabloidbintang.com)

"Kalimatnya nggak pantas lah yang bau-bau gitu, bau (ikan asin), iya gitu. Padahal kan nggak kenal gitu," kata Vernita Syabila menambahakan.

Tidak terima komentar itu, Vernita Syabilla merespons dengan memberi teguran. Namun justru Vernita kembali mendapat hujatan dari oknum itu.

"Makanya aku tegur lah di DM kan, dia nggak ngegubris gitu. Terus pas aku yang adain tanya jawab di Instagram ya dia ngomong gitu lagi. Katanya aku PSK (pekerja seks komersial) anunya bau itu (ikan asin)," beber Verbita Syabil.

Vernita Syabilla berencana ingin melaporkan pria tersebut ke pihak berwajib. Namun, ia masih berharap ada itikad baik dari Renaldi untuk meminta maaf.

"Kalau aku dari kemarin aku tunggu buat dia minta maaf ya. Aku tunggu, tapi sampai saat ini dia tidak ada (minta maaf)" pungkas Vernita Syabil.

Vernita Syabilla. (Instagram)
Vernita Syabilla. (Instagram)

(pri)

Penulis Supriyanto
Editor Ari Kurniawan
Install App Bion
Akses berita dan gosip lebih mudah
Download Aplikasi Android
Google playstore
loading...
YANG INI LEBIH HEBOH
KOMENTAR
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi tabloidbintang.com. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.