Permohonan Cerai Ibnu Jamil Mengejutkan Pihak Pengadilan

Abdul Rahman Syaukani Rabu, 9 Agustus 2017 08:00:42
Ibnu Jamil mendaftarkan permohonan talak cerai ke Pengadilan Agama Jakarta Selatan. (Seno/tabloidbintang.com)

TABLOIDBINTANG.COM - Pengadilan Agama Jakarta Selatan beberapa waktu lalu menggugurkan gugatan cerai Ade Maya terhadap Ibnu Jamil. Saat itu, Ade Maya tidak hadir di persidangan meski sudah dua kali dipanggil secara patut. 

Sampai di situ, pihak pengadilan mengira rumah tangga Ibnu Jamil dan Ade Maya sudah tidak ada masalah. "Seseorang yang tidak hadir dalam persidangan walaupun sudah dipanggil dua kali secara sah, maka kemugkinan dia baik lagi berumah tangga, bisa jadi tidak melanjutkan perkaranya," ungkap Jarkasih, Humas Pengadilan Agama Jakarta Selatan, saat ditemui di kantornya, Selasa (8/8).

Namun kenyataan berkata lain. 4 Agustus 2017 lalu, Ibnu Jamil justru mendaftarkan permohonan talak cerai terhadap Ade Maya. Ini membuktikan rumah tangga mereka masih memanas.

Ibnu Jamil mendaftarkan permohonan talak cerai ke Pengadilan Agama Jakarta Selatan. (Ryan/tabloidbintang.com)
Ibnu Jamil mendaftarkan permohonan talak cerai ke Pengadilan Agama Jakarta Selatan. (Ryan/tabloidbintang.com)

"Ketika pengadilan mendapat perkara ya diproses kembali. Tapi kalau nanti 2 kali dipanggil enggak hadir lagi, ya digugurkan lagi sesuai aturan Undang- undang," papar Jarkasih.

Ibnu Jamil dan Ade Maya resmi menikah pada 2006. Rumah tangga mereka terancam kandas setelah 11 tahun usia pernikahan.

(man/ari)

<body id="cke_pastebin" absolute; top: 103px; width: 1px; height: 180px; overflow: hidden; margin: 0px; padding: 0px; left: -1000px;">

 

</body>
Penulis Abdul Rahman Syaukani
Editor Ari Kurniawan
Install App Bion
Akses berita dan gosip lebih mudah
Download Aplikasi Android
Google playstore
loading...
YANG INI LEBIH HEBOH
KOMENTAR
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi tabloidbintang.com. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.