Polisi Sudah Kantongi Identitas Pelaku Pengeroyokan Athalla Naufal

Supriyanto Rabu, 16 Oktober 2019 06:00:52
Athalla Naufal, putra kedua Venna Melinda dan Ifan Fadilla mendapat perlakuan tak enak, dikeroyok sejumlah orang

TABLOIDBINTANG.COM - Athalla Naufal, putra kedua Venna Melinda dan Ifan Fadilla mendapat perlakuan tak enak, dikeroyok sejumlah orang tak dikenal, pada Rabu (9/10) malam. Setelah kejadian itu, Athalla Naufal langsung melapor ke kantor polisi terdekat. Namun, penyidik kesulitan menemukan bukti untuk mencari para pelaku.

"Jadi hari Minggu kebetulan ada teman-teman dari Polda yang bantu kasus Athalla. Akhirnya kita menyusuri TKP, ternyata di daerah sekitar TKP enggak ada CCTV, dari rumah warga juga enggak ada. Dan kemarin akhirnya langsung telepon Athalla untuk menemukan nama salah satu pelaku," ucap Venna Melinda usai mengisi acara di Trans TV, Jl.Tendean, Jakarta Selatan, Selasa (15/10).

Venna Melinda menyebutkan, kepolisian mulai menemukam titik terang karena salah satu pelaku sudah diketahui identitasnya. Venna pun meminta putranya untuk bersabar dan koperatif kepada polisi dalam menguraikan kasusnya.

"Hari ini saya akan tanya lagi sampai di mana, karena katanya pelakunya enggak cuma satu. Cuma memang kita harus sabar ya untuk bisa menangkap semua," ungkap Venna Melinda.

"Jadi kata pihak kepolisian mereka menemukan salah satu nama pelaku, tapi kalau keberadaannya belum diketahui. Gara-gara tahu kita lagi cari mereka, jadi mereka ngumpet," tambah Athalla Naufal menegaskan.

Dikatakan Venna, putranya Athalla Naufal akan mendatangi Polsek Jagakarsa untuk menindaklanjuti laporannya. "Intinya sekarang Athalla harus ke Polsek Jagakarsa. Mungkin sore atau siang, karena sudah ada panggilan dari Kapolsek," pungkas Venna Melinda.

(pri)


Penulis Supriyanto
Editor Suyanto Soemohardjo
Install App Bion
Akses berita dan gosip lebih mudah
Download Aplikasi Android
Google playstore
YANG INI LEBIH HEBOH
KOMENTAR
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi tabloidbintang.com. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.