Penyekatan Mudik Dijebol, Kakorlantas Minta Kesadaran Masyarakat Ditingkatkan

Redaksi Senin, 10 Mei 2021 23:59:23
Penyekatan Mudik Dijebol, Kakorlantas Minta Kesadaran Masyarakat Ditingkatkan (humas polri)

TABLOIDBINTANG.COM - Kesadaran masyarakat harus ditingkatkan terkait anjuran pemerintah yang melarang mudik lebaran 2021, kata Kepala Korps Lalu Lintas (Kakorlantas) Polri Irjen Istiono.

Seperti ramai diberitakan, ribuan pemudik yang mengendarai sepeda motor menjebol barikade penyekatan di Jalur Pantura Kedungwaringin, perbatasan Kabupaten Bekasi-Karawang, pada Minggu (9/5) malam. "Semua anjuran-anjuran dari pemerintah harus dipatuhi oleh pengguna jalan baik roda dua maupun roda empat," tegasnya, Senin (10/5).

Langkah antisipasi yang digunakan pihaknya ialah dengan memaksimalkan titik-titik penyekatan cek poin berlapis hingga paling ujung supaya dipatuhi pemudik bandel.

Istiono juga menjelaskan bahwa ratusan pemudik ini bukan menerobos, melainkan dialihkan karena terjadi penumpukan kendaraan. "Ini adalah diskresi kepolisian. Kalau sudah terjadi penumpukan yang besar, takutnya akan menjadi klaster baru di antrean tersebut," ucapnya. "Penyekatan yang berlapis-lapis kita bangun itu gunanya. Untuk mengatur supaya tidak terjadi penumpukan di satu titik," terangnya.

Guna mengantisipasi lonjakan pemudik motor, Istiono juga menyiapkan rekayasa buka tutup lalu lintas. Hal itu dilakukan untuk menghindari adanya penumpukan kendaraan yang berpotensi timbulnya klaster baru penyebaran covid-19.

Beberapa sepeda motor yang dilepas petugas akan diperiksa di pos-pos berikutnya untuk diputarbalikkan. "Semua ini untuk menjaga keseimbangan antara kemacetan dan kerumunan, sehingga pola buka tutup penyekatan ini dilakukan dalam rangka pencegahan kerumunan dan kelancaran lalulintas serta keamanan masyarakat," pungkasnya.

Sumber: humas.polri.go.id.


Penulis Redaksi
Editor Suyanto Soemohardjo
Install App Bion
Akses berita dan gosip lebih mudah
Download Aplikasi Android
Google playstore
YANG INI LEBIH HEBOH
KOMENTAR
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi tabloidbintang.com. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.